Dilema Jokowi Pilih Dukung Mahfud atau Sang Anak Gibran, Pengamat: Langkah yang Diambil Gibran Bagus

AKURAT.CO SUMSEL Pengamat politik sekaligus dosen dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr. Ardiyan Saptawan, M.Si. menganggap bahwa perizinan cuti dari Menteri Mahfud MD terkait kampanye kepresidenan merupakan hal yang wajib asal tidak menggunakan fasilitas negara.
"Menteri minta Izin kpd Presiden untuk kegiatan Cawapres adalah hal yg wajib, karena dalam melaksanakan kampanye pejabat negara tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Untuk batas yangg tegas tersebut maka diperlukan syarat formal yaitu izin," kata Ardiyan ketika dihubungi wartawan, Selasa (24/10/2023).
Sehubungan dengan itu, Ardiyan menilai bahwa permintaan cuti guna kegiatan kampanye dari Menteri Mahfud boleh saja, asalkan mendapat izin formal dari Presiden Jokowi.
"Dengan izin berarti bahwa kedudukan menterinya tidak dibawa dlm kegiatan kampanye, termasuk fasilitas negara yg melekat pada jabatan menteri itu sendiri," ujar Ardiyan.
Sementara itu, Prabowo Subianto secara resmi gandeng Gibran Rakabuming sebagai cawapresnya pada Pilpres 2024 mendatang, yang menurut sebagian masih terlalu dini bagi Gibran untuk mengemban kewajiban tersebut nantinya.
Menanggapi hal tersebut, Ardiyan mengatakan jika langkah yang diambil Gibran merupakan sebuah peluang yang bagus.
"Bagi Gibran, untuk masalah cawapres tidak bisa dilihat dari sudut waktu dini atau tidaknya. Lebih tepat disebut dengan peluang, peluang hanya datang sekali. Sulit untuk datang ke 2 kali," ucap Ardiyan.
Jika ditelusuri, faktor anak dari Presiden Jokowi menjadi nilai plus bagi Gibran, pasalnya popularitas pak Jokowi sebagai pemimpin masih melekat di masyarakat Indonesia.
"Kharisma Pak Jokowi sangat kuat melekat pada pikiran masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari hasil survey yg menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini sedang berada di atas puncak yaitu 80 persen," ungkapnya.
Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi Jokowi selaku petugas partai yang harus mendukung calon dari PDIP atau sebagai bapak yang mendukung anaknya Gibran.
"Kenyataan tersebut adalah salah satu keuntungan yang dibidik oleh kelompok KIM. Popularitas Jokowi diharapkan turun ke Gibran sbg putra presiden. Memang dalam hal ini (seolah) Jokowi terperangkap dalam posisi sebagai "petugas PDIP" dan sebagai Bapaknya Gibran," tutup Ardiyan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








