Sumsel

BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Palembang Membaik Setelah Hujan

Kurnia | 26 Oktober 2026, 17:24 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Palembang Membaik Setelah Hujan
Ilustrasi hujan - chatgpt

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang menunjukkan perbaikan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari, Senin (26/10/2026).

Konsentrasi partikel halus PM2.5 turun dari 216,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada tengah malam menjadi 36,1 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan data Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, penurunan konsentrasi partikel berlangsung secara bertahap sejak pukul 01.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 38 µg/m³ dengan kategori kualitas udara sedang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menjelaskan hujan menjadi salah satu faktor yang membantu menurunkan partikel pencemar di udara. Namun, perubahan kualitas udara juga dipengaruhi pergerakan angin dan kondisi atmosfer.

Baca Juga: Palembang Diguyur Hujan Pagi Hari Usai Berbulan-bulan Kering, Warga "Alhamdulillah, Penantian Panjang"

Menurut Siswanto, air hujan dapat menangkap sebagian partikel pencemar di atmosfer dan membawanya turun ke permukaan bumi. Proses ini dikenal sebagai deposisi basah atau wet deposition.

Selain itu, hujan membasahi permukaan tanah sehingga mengurangi kemungkinan debu kembali beterbangan ke udara.

Meski demikian, besarnya pengaruh hujan terhadap kualitas udara bergantung pada intensitas, durasi, dan luas wilayah yang diguyur hujan, serta jumlah polutan yang masih berada di atmosfer.

Pergerakan angin juga berperan dalam menentukan penyebaran asap. Perubahan arah dan kecepatan angin dapat membawa asap dari wilayah sumber kebakaran ke daerah lain, termasuk Palembang.

Kondisi atmosfer turut memengaruhi apakah asap bertahan di dekat permukaan atau menyebar ke lapisan udara yang lebih tinggi.

Siswanto mengatakan, penurunan konsentrasi PM2.5 pada Senin dini hari mengindikasikan adanya perbaikan kondisi atmosfer yang kemungkinan didukung hujan dan dinamika angin.

“Penurunan PM2.5 di Palembang pada dini hari ini paling tepat dipahami sebagai indikasi perbaikan kondisi atmosfer yang kemungkinan didukung oleh hujan dan dinamika angin,” ujarnya.

Meski kualitas udara membaik, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa sumber asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan telah hilang.

Konsentrasi PM2.5 masih dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan pergerakan asap. Masyarakat diimbau tetap memantau informasi kualitas udara, terutama jika kabut asap kembali terlihat atau bau asap tercium di lingkungan tempat tinggal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia