Sumsel

Kasus ISPA Harian Palembang Berkurang 11 Kasus, Ini Kecamatan Tertinggi

Kurnia | 24 Oktober 2026, 17:30 WIB
Kasus ISPA Harian Palembang Berkurang 11 Kasus, Ini Kecamatan Tertinggi
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) harian di Kota Palembang, Sumatera Selatan, tercatat sebanyak 656 kasus pada Jumat (23/10/2026). Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 667 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, mengatakan penurunan itu berdasarkan pencatatan kasus harian ISPA di wilayah setempat.

"Kasus harian itu 656 menurun dari kemarinnya (Kamis), yaitu 667 untuk kasus harian ya," kata Fenty, Sabtu (24/10/2026).

Meski menurun, Kecamatan Sukarami masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA harian tertinggi, yakni 85 kasus.

Setelah Sukarami, kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Kertapati sebanyak 68 kasus dan Ilir Barat I sebanyak 63 kasus.

Selanjutnya, Kecamatan Jakabaring mencatat 52 kasus, Kalidoni 48 kasus, Seberang Ulu I sebanyak 44 kasus, Ilir Timur I sebanyak 43 kasus, serta Seberang Ulu II dengan 41 kasus.

Baca Juga: Polda Sumsel Tangani 20 Perkara Karhutla Korporasi, 811 Hektare Lahan Konsesi Disegel

Berdasarkan kelompok umur, warga berusia 19–59 tahun menjadi kelompok dengan kasus ISPA terbanyak, yakni 309 kasus.

Berikutnya, kelompok usia 60 tahun ke atas mencatat 99 kasus. Sementara itu, kelompok usia 0–4 tahun sebanyak 94 kasus, usia 10–18 tahun sebanyak 78 kasus, dan usia 5–9 tahun sebanyak 76 kasus.

Dari sisi pelayanan kesehatan, Puskesmas Kertapati mencatat kasus ISPA harian tertinggi dengan 35 kasus. Puskesmas Pembina menyusul dengan 33 kasus, sedangkan Puskesmas Sukarami mencatat 29 kasus.

Secara kumulatif, Dinas Kesehatan Palembang mencatat 144.424 kasus ISPA sejak Januari hingga 22 Oktober 2026.

Pada September 2026, jumlah kasus mencapai 17.434 kasus, menjadi angka bulanan tertinggi dalam periode tersebut. Sementara itu, selama 1–22 Oktober 2026, tercatat 12.941 kasus ISPA.

Penurunan kasus harian ini belum mengubah gambaran jumlah kasus yang masih tercatat sepanjang tahun. Pemantauan terhadap perkembangan ISPA tetap diperlukan, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia