Sumsel

Kasus ISPA di Sumsel Melonjak, Tembus 47 Ribu Kasus pada Agustus, Palembang Tertinggi

Kurnia | 23 September 2026, 17:45 WIB
Kasus ISPA di Sumsel Melonjak, Tembus 47 Ribu Kasus pada Agustus, Palembang Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data Dashboard Pelaporan DHIS2 Kementerian Kesehatan yang dihimpun Dinas Kesehatan Sumsel mencatat sebanyak 47.020 kasus ISPA terjadi di Sumsel sepanjang Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, Palembang menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi, yakni mencapai 14.794 kasus.

Kasus ISPA juga tercatat cukup tinggi di sejumlah daerah lain yang terdampak karhutla.

Musi Banyuasin mencatat 5.071 kasus, disusul Muara Enim 4.537 kasus, Banyuasin 3.470 kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) 3.118 kasus, dan OKU 3.013 kasus.

Selanjutnya Ogan Ilir mencatat 2.156 kasus, Lahat 1.993 kasus, OKU Timur 1.617 kasus, Prabumulih 1.557 kasus, PALI 1.375 kasus, Musi Rawas 1.276 kasus, Pagar Alam 698 kasus, Muratara 682 kasus, serta Empat Lawang 409 kasus.

Sementara itu, OKU Selatan tidak tercantum angka kasus pada grafik tersebut.

Baca Juga: Pulang Kampung, Warga Palembang Malah Dapat Pesan Rumahnya Dibobol

Memasuki September 2026, kasus ISPA di Sumsel belum menunjukkan penurunan yang konsisten.

Data grafik mingguan ISPA-Karhutla Sumsel menunjukkan peningkatan tajam dari 610 kasus pada pekan 16–22 Agustus menjadi 6.876 kasus pada 23–29 Agustus.

Angka tersebut kembali naik menjadi 9.631 kasus pada pekan 30 Agustus–5 September.

Pada pekan berikutnya, 6–12 September, tercatat 9.780 kasus. Sementara pada 13–19 September masih terdapat 9.541 kasus ISPA.

Data harian pada 14–22 September juga menunjukkan jumlah kasus yang masih berada pada level tinggi.

Pada 14 September tercatat 2.147 kasus, 15 September 1.975 kasus, 16 September 1.588 kasus, 17 September 1.631 kasus, 18 September 1.036 kasus, 19 September 1.047 kasus, 20 September 42 kasus, 21 September 1.615 kasus, dan 22 September 1.119 kasus.

Palembang menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi kasus harian yang cukup besar.

Pada 14 September tercatat 559 kasus ISPA di Palembang, kemudian 457 kasus pada 15 September, 416 kasus pada 16 September, dan 417 kasus pada 17 September.

Jumlah tersebut kemudian mencapai 253 kasus pada 18 September, 307 kasus pada 19 September, 372 kasus pada 21 September, serta 265 kasus pada 22 September.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk.

Menurutnya, paparan asap perlu menjadi perhatian terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

"Ketika kondisi udara memburuk, masyarakat harus lebih menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap. Kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih," kata Ira, Rabu (23/9/2026).

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel pencemar udara.

Baca Juga: Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, 174 Ribu Kasus ISPA Tercatat di Tujuh Provinsi

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Sumsel yang berpotensi memperburuk kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia