Sumsel

Karhutla Kian Meluas, OKI Resmi Masuk Zona Merah, Total 444 Kejadian Terjadi di Sumsel

Kurnia | 20 Juli 2026, 16:15 WIB
Karhutla Kian Meluas, OKI Resmi Masuk Zona Merah, Total 444 Kejadian Terjadi di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau.

Hingga 18 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 444 kejadian karhutla, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah terbaru yang masuk kategori zona merah.

Masuknya OKI menambah jumlah wilayah berstatus zona merah menjadi enam kabupaten. Status tersebut diberikan kepada daerah yang telah mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla sepanjang tahun ini.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tren kejadian karhutla masih terus meningkat dan membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak.

"Per 18 Juli 2026, total kejadian karhutla di Sumsel mencapai 444 kejadian. Saat ini ada enam daerah yang masuk zona merah karena jumlah kejadiannya sudah lebih dari 30 kali, termasuk OKI yang baru menyusul," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan data BPBD Sumsel, Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 67 kejadian.

Baca Juga: Pelarian Berakhir, DPO Pembobol Rumah Kosong di Jakabaring Ditangkap Polisi

Posisi berikutnya ditempati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 65 kejadian, disusul Ogan Ilir sebanyak 60 kejadian, Banyuasin 57 kejadian, Muara Enim 38 kejadian, dan OKI 34 kejadian.

Selain enam daerah tersebut, BPBD juga mencatat empat wilayah yang berada pada kategori zona oranye, yakni daerah dengan 16 hingga 30 kejadian karhutla.

Wilayah tersebut meliputi Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 27 kejadian, Palembang 22 kejadian, Ogan Komering Ulu (OKU) 20 kejadian, serta Musi Rawas 16 kejadian.

Sementara itu, beberapa daerah masih berada di kategori zona kuning. OKU Timur mencatat 14 kejadian, Prabumulih 12 kejadian, Lahat 6 kejadian, sedangkan OKU Selatan dan Lubuklinggau masing-masing 2 kejadian, serta Empat Lawang 1 kejadian.

Di antara seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, Pagar Alam menjadi satu-satunya daerah yang hingga kini belum melaporkan adanya kejadian karhutla.

BPBD Sumsel mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, sementara pemerintah daerah diharapkan meningkatkan patroli dan upaya pencegahan di wilayah rawan.

"Kami mengimbau seluruh pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena potensi karhutla masih sangat tinggi," tegas Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia