Keluarga Korban Bus ALS Mulai Berdatangan, Tim DVI Polda Sumsel Jemput Sampel DNA ke Daerah

AKURAT.CO SUMSEL Posko Call Centre Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus menerima laporan dari keluarga yang menduga anggota keluarganya menjadi korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Tim ante mortem pun bergerak cepat mengumpulkan data pembanding untuk mempercepat proses identifikasi korban yang meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Bus ALS dan truk tangki BBM PT Seleraya di Jalinsum Karang Jaya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, laporan dari keluarga korban terus masuk melalui hotline maupun secara langsung ke pos ante mortem.
“Informasi dari keluarga korban masuk melalui hotline, baik dari keluarga yang tidak bisa datang langsung maupun yang datang ke pos ante mortem untuk menyerahkan data korban,” ujar Budi, Sabtu (9/5/2026).
Untuk mempercepat proses identifikasi, tim DVI melakukan langkah jemput bola dengan berkoordinasi bersama kepolisian daerah lain guna mengambil sampel DNA keluarga korban yang berada di luar Sumatera Selatan.
Beberapa wilayah yang telah membantu proses pengambilan sampel DNA di antaranya Aceh, Sumatera Utara hingga Jawa Tengah.
“Mereka yang tidak hadir langsung berkoordinasi dengan DVI masing-masing, seperti Polda Sumut, Aceh dan Jawa Tengah. Rekan kami membantu mengumpulkan contoh sampel DNA yang nantinya akan dicocokkan dengan jenazah korban,” jelasnya.
Sampel DNA yang terkumpul selanjutnya akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk dilakukan pencocokan dengan data korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Polisi Razia Tuak di Sentosa Palembang, Lima Derigen Langsung Dimusnahkan
Selain DNA keluarga, tim identifikasi juga menggunakan berbagai barang pribadi milik korban sebagai bahan pembanding. Barang-barang seperti pakaian, sepatu hingga sikat gigi turut diperiksa untuk membantu proses identifikasi.
“Nantinya akan dicocokkan sampel mana yang paling mendekati dengan jenazah para korban,” katanya.
Proses identifikasi korban menjadi perhatian serius mengingat kondisi sejumlah jenazah mengalami luka bakar berat akibat kecelakaan maut tersebut.
Pihak DVI berharap kerja sama keluarga korban dalam menyerahkan data ante mortem dapat mempercepat proses identifikasi sehingga para korban segera diketahui identitasnya dan dapat diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








