Tak Sekadar Jual Pupuk, Pusri Gencarkan Edukasi Petani Demi Dongkrak Produktivitas

AKURAT.CO SUMSEL Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tak hanya dilakukan melalui penyediaan pupuk, tetapi juga lewat peningkatan pengetahuan petani.
PT Pusri Palembang, bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero), kini semakin aktif mengedukasi petani tentang pentingnya pemupukan berimbang.
Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat PT Pusri Palembang, Rustam Effendi, mengatakan bahwa peran perusahaan tidak berhenti pada distribusi pupuk semata.
“Pusri berkomitmen tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga memberikan edukasi agar petani memahami cara penggunaan yang tepat. Dengan pemupukan berimbang, hasil panen bisa lebih optimal,” ujarnya.
Dalam program edukasi tersebut, Pusri menekankan penggunaan pupuk majemuk NPK yang mengandung tiga unsur hara utama, yakni nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K). Ketiga unsur ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara menyeluruh.
Nitrogen membantu pertumbuhan daun dan batang, fosfat memperkuat akar serta mempercepat pembungaan, sementara kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen.
Untuk mendukung kebutuhan petani, Pusri juga menghadirkan berbagai varian pupuk NPK, mulai dari formula umum seperti NPK 15-15-15 hingga produk khusus untuk komoditas tertentu seperti kopi dan kelapa sawit.
Selain kandungan hara yang seimbang, pupuk NPK produksi Pusri dirancang dengan kualitas granul yang seragam dan mudah diaplikasikan di berbagai jenis lahan. Hal ini memungkinkan penyerapan nutrisi lebih efisien oleh tanaman.
Baca Juga: Pusri Pastikan Stok Pupuk Sumbar Aman di Tengah Transisi Rayon, Distribusi Tetap Lancar
Dalam praktiknya, pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan. Pada fase awal atau sekitar 7–14 hari setelah tanam, pupuk diberikan untuk merangsang pertumbuhan akar. Sementara pada fase 25–30 hari, pemupukan lanjutan dilakukan guna mendukung pembentukan bunga dan buah.
Melalui kombinasi edukasi dan inovasi produk, Pusri optimistis dapat membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lahan.
Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








