Pusri Dorong Ekonomi Sirkular, Bank Sampah Sehati di Palembang Kurangi Limbah Hingga 2 Ton per Bulan

AKURAT.CO SUMSEL Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan terus ditunjukkan PT Pusri Palembang, anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero).
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan ini menginisiasi Program Bank Sampah Sehati di Kelurahan 3 Ilir, Palembang, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Program tersebut hadir di tengah tantangan keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kerap menjadi persoalan di berbagai daerah.
Di Kelurahan 3 Ilir, persoalan itu justru diubah menjadi peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sejak mulai berjalan, Bank Sampah Sehati telah melibatkan ratusan warga. Tercatat sebanyak 522 nasabah aktif berpartisipasi dalam program ini. Dampaknya, volume sampah yang dikirim ke TPA berhasil ditekan hingga rata-rata 1 hingga 2 ton setiap bulan.
Ketua Bank Sampah Sehati, Asmuni, menjadi sosok kunci di balik keberhasilan program ini. Ia dikenal sebagai penggerak lokal yang aktif mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
Tak hanya mengelola operasional bank sampah, Asmuni juga rutin memberikan pendampingan kepada warga agar mampu memilah sampah secara tepat.
Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
Dalam praktiknya, sistem pengelolaan dilakukan secara terintegrasi. Sampah anorganik dipilah dan disalurkan ke bank sampah induk untuk didaur ulang.
Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali, terutama untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan lingkungan.
Baca Juga: Sumsel United Bidik “Happy Ending”, Tiga Laga Terakhir Jadi Penentuan Nasib
VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus memberikan dampak sosial berkelanjutan.
“Melalui Bank Sampah Sehati, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah agar lebih bernilai guna, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Program ini sendiri berawal dari penandatanganan komitmen bersama antara Pusri dan unsur Muspika setempat pada Agustus 2023. Inisiatif tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan nyata di masyarakat sejak 2025.
Dengan terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini memiliki manfaat ekonomi. Selain mengurangi beban lingkungan, program ini juga mendorong kemandirian warga dalam mengelola sumber daya di sekitarnya.
Ke depan, Pusri menargetkan model Bank Sampah Sehati dapat diperluas ke wilayah lain.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








