Sumsel

Lebaran Ketiga, Kebakaran Ban Bekas di Pahlawan Picu Asap Pekat

Kurnia | 23 Maret 2026, 17:53 WIB
Lebaran Ketiga, Kebakaran Ban Bekas di Pahlawan Picu Asap Pekat
Lebaran Ketiga, Kebakaran Ban Bekas di Pahlawan Picu Asap Pekat

AKURAT.CO, SUMSEL Suasana siang di kawasan , Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, mendadak berubah mencekam setelah kebakaran melanda tumpukan ban bekas di lahan kosong, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Api yang dengan cepat membesar memicu kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai sudut kota. Kondisi tersebut membuat warga sekitar panik, khawatir kobaran api merambat ke permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi.

Seorang warga, Aldi (22), mengatakan kebakaran diduga berasal dari tumpukan ban bekas yang berada di lokasi yang juga difungsikan sebagai tempat pengesolan ban.

“Api dari tumpukan ban, tapi penyebab pastinya belum diketahui,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Hal serupa diungkapkan Edi (65), warga lainnya yang mengaku terkejut saat melihat api sudah dalam kondisi membesar.

Baca Juga: Gubernur Sumsel Pastikan Stok BBM Aman Usai Lebaran, Distribusi Lancar Tanpa Kelangkaan

“Tadi saya sempat tidur, pas bangun api sudah tinggi,” katanya.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang langsung bergerak cepat dengan mengerahkan sedikitnya lima unit mobil pemadam.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang karena material ban dikenal mudah terbakar dan menghasilkan panas tinggi serta asap tebal.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini sempat mengganggu aktivitas warga akibat asap yang menyelimuti kawasan sekitar.

Saat ini, aparat kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Palembang bersama jajaran Polsek Kemuning masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia