Sumsel

Jam Belajar SMA/SMK di Sumsel Dipangkas Jadi 30 Menit Selama Ramadan

Kurnia | 10 Februari 2026, 21:00 WIB
Jam Belajar SMA/SMK di Sumsel Dipangkas Jadi 30 Menit Selama Ramadan

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa jenjang SMA dan SMK di seluruh wilayah Sumsel akan tetap berlangsung selama bulan suci Ramadan. Meski demikian, pihak sekolah akan melakukan penyesuaian durasi waktu belajar guna menghormati kekhusyukan ibadah siswa yang menjalankan puasa.

Kepala Seksi Kurikulum SMK Disdik Sumsel, Lis Parida, menyampaikan bahwa pengurangan durasi jam pelajaran di setiap mata pelajaran menjadi langkah rutin untuk menjaga fokus siswa.

"Menjelang Ramadan, aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa melalui tatap muka. Namun, durasi belajar di tiap jam pelajaran akan kami kurangi agar siswa tetap maksimal belajar tanpa mengganggu ritme ibadah mereka," ungkap Lis Parida di Palembang, Selasa (10/2/2026).

Hingga saat ini, Disdik Sumsel belum menerbitkan surat edaran (SE) resmi mengenai jadwal spesifik KBM selama Ramadan. Lis Parida menjelaskan, pihaknya masih menunggu instruksi dan kebijakan dari pemerintah pusat sebagai acuan utama sebelum menurunkan aturan ke tingkat daerah.

Berdasarkan skema yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya, durasi satu jam pelajaran biasanya mengalami pemangkasan signifikan.

"Jika mengacu pada pola sebelumnya, jam pelajaran yang biasanya 45 menit kemungkinan dipangkas menjadi 30 menit. Selain itu, jam masuk sekolah juga cenderung dibuat lebih siang agar kondisi fisik siswa tetap terjaga selama berpuasa," jelasnya.

Baca Juga: Gara-Gara Pinjam Uang ke Ipar untuk Dapur, IRT di Palembang Dicekik dan Dipukul Suami

Selain penyesuaian jam belajar, Disdik Sumsel mewajibkan satuan pendidikan untuk memperbanyak kegiatan bernuansa religius. Program pesantren kilat tetap menjadi agenda unggulan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa di tingkat SMA maupun SMK.

Lis Parida menegaskan, pesantren kilat bukan sekadar agenda pelengkap, melainkan sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik di tengah rutinitas akademik.

"Tujuannya jelas, kami ingin membentuk karakter anak yang kuat secara nilai agama. Ramadan menjadi momentum tepat untuk meningkatkan iman dan takwa mereka melalui program-program keagamaan di sekolah," pungkasnya.

Dengan pengaturan yang proporsional ini, Disdik Sumsel berharap produktivitas pendidikan di Sumatera Selatan tetap terjaga tanpa mengesampingkan nilai-nilai spiritual siswa selama bulan suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia