Sumsel

Potret Hunian Sumsel 2025: Desa Unggul, Kota Masih Andalkan Sewa

Kurnia | 17 Februari 2026, 22:00 WIB
Potret Hunian Sumsel 2025: Desa Unggul, Kota Masih Andalkan Sewa

AKURAT.CO SUMSEL Kepemilikan rumah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Hingga 2025, lebih dari 85 persen rumah tangga tercatat menempati rumah milik sendiri, memperlihatkan tingkat stabilitas hunian yang relatif tinggi di daerah tersebut.

Data periode 2023–2025 menunjukkan, pada 2023 persentase rumah tangga yang memiliki rumah sendiri berada di angka 84,71 persen. Angka itu meningkat menjadi 85,90 persen pada 2024 dan kembali naik tipis menjadi 85,93 persen pada 2025.

Capaian ini menjadi indikator penting ketahanan ekonomi rumah tangga. Kepemilikan hunian dinilai mencerminkan kestabilan sosial sekaligus menekan beban pengeluaran rutin seperti biaya sewa.

Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, kepemilikan rumah di perdesaan jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan perkotaan. Pada 2023, persentase rumah tangga di desa yang menempati rumah milik sendiri mencapai sekitar 90,41 persen. Angka tersebut terus meningkat hingga menyentuh 91,52 persen pada 2025.

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Dominasi PDRB Sumsel 2025, Tembus 61,33 Persen

Tingginya angka kepemilikan di desa dipengaruhi pola permukiman yang cenderung menetap serta ketersediaan lahan yang lebih mudah diakses dibandingkan kota.

Sebaliknya, di wilayah perkotaan, tingkat kepemilikan rumah masih lebih rendah dan cenderung berfluktuasi. Pada 2023, kepemilikan rumah di kota berada di angka 75,05 persen, naik menjadi 77,02 persen pada 2024, lalu sedikit turun menjadi 76,26 persen pada 2025.

Kawasan perkotaan juga mencatat proporsi rumah tangga dengan status kontrak atau sewa yang lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Kondisi ini mencerminkan mobilitas penduduk yang lebih dinamis serta keterbatasan akses terhadap kepemilikan hunian akibat harga tanah dan properti yang relatif lebih mahal.

Sementara itu, status bebas sewa maupun rumah dinas tercatat dalam persentase yang relatif kecil dan tidak mengalami perubahan signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Secara umum, tingginya angka kepemilikan rumah di Sumatera Selatan menunjukkan kondisi hunian yang cukup stabil. Namun, perbedaan mencolok antara desa dan kota menjadi catatan tersendiri, terutama dalam konteks pemerataan akses perumahan dan dinamika urbanisasi.

Tren ini menjadi gambaran bahwa meski mayoritas masyarakat telah memiliki rumah sendiri, tantangan kepemilikan hunian di kawasan perkotaan masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut dalam perencanaan pembangunan daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia