Sumsel

Sumsel Terima Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB, Hotspot Capai 1.008 Titik

Raphel Aziza | 3 Agustus 2024, 17:30 WIB
Sumsel Terima Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB, Hotspot Capai 1.008 Titik

AKURAT.CO SUMSEL Dalam upaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di Sumatera Selatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambahkan satu unit helikopter water bombing jenis Super Puma N 815 AR/SA 330 J.

Penambahan ini menjadikan total helikopter penanggulangan karhutla di Sumsel menjadi sepuluh unit, terdiri dari delapan unit water bombing dan dua unit patroli.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Syahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengonfirmasi kedatangan helikopter tambahan ini per 1 Agustus.

"1 Agustus kemarin kedatangan helikopter Super Puma baru menambah armada kami. Saat ini, kami memiliki total sepuluh helikopter, dengan delapan di antaranya digunakan untuk water bombing dan dua untuk patroli," katanya, Sabtu (3/8/2024).

Baca Juga: Ketua PBSI Ungkap Faktor Penyebab Kesulitan Atlet Bulutangkis di Olimpiade Paris

Penambahan armada helikopter ini merupakan respons terhadap lonjakan hotspot atau titik panas yang terjadi pada bulan Juli 2024.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah hotspot di Sumsel telah mencapai 1.008 titik, dengan angka tertinggi 530 titik pada bulan Juli saja.

Lokasi dengan titik panas terbanyak adalah Musi Banyuasin (Muba) dengan 218 titik, diikuti oleh Muara Enim dengan 162 titik, Musi Rawas dengan 137 titik, dan Musi Rawas Utara dengan 102 titik.

"Menurut prediksi BMKG, musim kemarau akan berlanjut hingga akhir Agustus, yang menyebabkan peningkatan titik panas ini," tambahnya.

BPBD Sumsel juga mencatat adanya lima kejadian kebakaran lahan di lima wilayah berbeda, yaitu Muba, Pali, Muara Enim, Muratara, dan Banyuasin pada Kamis (1/8/2024). Pada hari yang sama, tercatat ada 38 titik panas, meningkat dari 37 titik pada Rabu (31/7/2024).

"Penambahan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan serta masyarakat," tutupnya. (Kurnia)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto