Pemkab Muara Enim Bentuk Tim Khusus Atasi Sengketa Lahan Warga dengan PTBA

AKURAT.CO SUMSEL Pemkab Muara Enim akan membantuk tim khusus terkait sengketa lahan yang melibatkan ratusan pemilik lahan di area Bintan Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul.
Sengketa ini terjadi antara pemilik lahan dengan PT Bukit Asam (PTBA) dan anak perusahaannya, PT Bumi Sawindo Permai (BSP), terkait perubahan Hak Guna Usaha (HGU) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Anggota DPRD Muara Enim, Abrianto menjelaskan bahwa ratusan warga pemilik lahan di Desa Keban Agung menggelar aksi demo menuntut ganti rugi yang layak dari PT Bukit Asam dan PT Bumi Sawindo Permai.
"Pihak perusahaan hanya mengganti Rp6 ribu per meter. Kalau Rp6 ribu per meter bukan ganti untung tapi ganti rugi," tegas Abrianto.
Sementara itu, Anggota DPRD Muara Enim Lainnya, Muhammad Candra menambahkan bahwa penting untuk mempertanyakan proses perubahan HGU menjadi IUP serta besaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah dibayarkan oleh PTBA ke Pemkab Muara Enim.
Baca Juga: 30 Hektare Lahan Belum Diganti Rugi, Ratusan Warga Muara Enim Geruduk PT Bukit Asam
Dalam menanggapi hal tersebut, Pj Bupati H Henky Putrawan menyatakan bahwa analisis mendalam akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
"Kita akan memeriksanya untuk memastikan bahwa masyarakat yang memiliki tanah di wilayah Bintan Desa Keban Agung tidak akan mengalami kerugian. Jika Rp6 ribu per meter tidak untungan, itu pasti rugi," ungkapnya.
Selain itu, untuk masalah Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sawindo Permai menjadi pertambangan akan diselidiki karena jelas izin perkebunan tidak bisa menjadi pertambangan walaupun di bawahnya ada batubara.
"Kami akan membentuk tim khusus dalam masalah HGU menjadi IUP tersebut," katanya.
Sebelumnya, pada Selasa (23/7/2024), ratusan massa menggelar unjuk rasa di area Bintan Desa Keban Agung.
Mereka menggunakan pengeras suara dan membawa spanduk serta kertas karton untuk menuntut ganti rugi yang layak setelah lahan mereka dirusak dan ditambang oleh PT Bukit Asam tanpa adanya kompensasi yang memadai. (Ika)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 2Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







