Sumsel

Cuaca Panas Picu Karhutla di Ogan Ilir, 2 Hektar Lahan Terbakar

Maman Suparman | 30 Mei 2025, 18:15 WIB
Cuaca Panas Picu Karhutla di Ogan Ilir, 2 Hektar Lahan Terbakar

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), di tengah meningkatnya suhu udara dalam beberapa pekan terakhir.

kebakaran terbaru terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kamis (29/5/2025), dengan luas lahan terbakar mencapai dua hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengatakan vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, ilalang, dan pohon gelam.

Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar tiga jam, pihaknya mengingatkan potensi kebakaran susulan tetap terbuka jika cuaca panas berlanjut.

“Kita bersyukur api cepat dikendalikan. Namun, kondisi cuaca saat ini sangat rentan. Maka dari itu kami mengintensifkan patroli dan pemantauan,” ujarnya, Jumat (30/5/2025).

Tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman terdiri dari personel BPBD, Manggala Agni, dan aparat kepolisian.

Baca Juga: Instagram Tambah Dukungan Rasio Gambar 3:4 di Feed, Kreator Kini Lebih Fleksibel

Mereka mengandalkan sumber air dari kanal sekitar lokasi kebakaran, dibantu satu unit mobil tangki, kendaraan 4x4, dan peralatan pemadam portabel.

Belum diketahui siapa pemilik lahan yang terbakar maupun penyebab pasti kebakaran. Namun, Edi menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak membakar lahan, baik disengaja maupun tidak. Apalagi ini sudah kejadian keempat di Ogan Ilir sepanjang tahun 2025,” tegasnya.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan, Ferdian Kristanto, menyatakan pihaknya juga memperkuat pengawasan di lapangan. Beberapa tim dari wilayah Banyuasin telah digeser untuk siaga di Ogan Ilir.

“Kami menyiagakan petugas di beberapa titik rawan dan melakukan patroli rutin, terutama di wilayah Indralaya. Tujuannya untuk mempercepat deteksi dini dan respons terhadap potensi karhutla,” kata Ferdian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia