Sumsel

KPU Sumsel: Hanya Pendukung Terverifikasi yang Boleh Masuk Debat Terakhir Pilgub

Haris Ma'ani | 21 November 2024, 14:55 WIB
KPU Sumsel: Hanya Pendukung Terverifikasi yang Boleh Masuk Debat Terakhir Pilgub

AKURAT.CO SUMSEL Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Andika Pranata Jaya, menegaskan bahwa hanya pendukung yang memiliki ID card resmi yang diizinkan masuk ke dalam ruangan debat. Saat debat terakhir Pilgub Sumsel 2024 digelar hari ini, Kamis (21/11/2024).

Menurut Andika, ID card telah diberikan kepada pendukung yang sudah terdaftar, sehingga peserta yang hadir di lokasi debat sudah terverifikasi dengan baik.

“Untuk para pendukung yang sudah terdaftar, telah diberikan identitas. Jadi yang masuk benar-benar terverifikasi,” ujarnya, Kamis (21/11/2024).

Sementara itu, antusiasme para pendukung tetap dapat tersalurkan. Andika menjelaskan bahwa pendukung boleh saja bereuforia tetapi tidak di lokasi debat karena tempat terbatas.

"Para pendukung bisa menonton debat in di posko-posko yang sudah disediakan oleh para paslon, dan juga debat ini kan live di youtube KPU Sumsel," jelasnya.

Dengan aturan ketat ini, suasana di lokasi debat diharapkan berjalan kondusif, mengingat acara ini merupakan debat terakhir yang sangat menentukan dalam proses pemilihan Gubernur Sumsel.

Baca Juga: Besok, Debat Pamungkas Pilgub Sumsel! Siapa yang Punya Strategi Terbaik untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah?

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga kondusifitas saat debat," ungkapnya.

Andika juga mengungkapkan bahwa debat terakhir Pilgub Sumsel ini terdiri dari enam tema dan 12 sub tema.

"Malam ini ada 12 sub tema dari enam tema, dan juga tidak ada segemen khusus artinya para paslon bisa saling support untuk menjawab sampai batas waktu yang disediakan," jelasnya.

Ia berharap dengan debat terakhir ini bisa menjadi representatif masyarakat untuk memilih nantinya.

"Dengan debat terakhir ini masyarakat bisa menentukan pilihannya," katanya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto