Sumsel

10 Persen ASN Pemprov Sumsel Bolos di Hari Pertama Kerja, Sekda: Tunjangan Bisa Dipotong

Maman Suparman | 8 April 2025, 19:00 WIB
10 Persen ASN Pemprov Sumsel Bolos di Hari Pertama Kerja, Sekda: Tunjangan Bisa Dipotong

AKURAT.CO SUMSEL Hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idulfitri 1446 H, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mencatat tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) masih belum sepenuhnya optimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, mengungkapkan sekitar 10 persen ASN tidak hadir tanpa keterangan jelas.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, kehadiran ASN pada hari ini tercatat di atas 90 persen. Meski begitu, jumlah pegawai yang tidak masuk kerja masih tergolong cukup tinggi, apalagi mengingat libur dan cuti bersama yang telah diberikan cukup panjang,” kata Edward, Selasa (8/4/2025).

Menurut Edward, dari sekitar 300 ASN eselon 3, tercatat sekitar 50 orang tidak hadir pada hari pertama masuk kerja. Ia telah menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel untuk segera melakukan pendataan terhadap mereka yang absen.

“Kami telah menginstruksikan BKD untuk mencatat secara detail alasan ketidakhadiran para ASN hari ini. Jika tidak ditemukan alasan yang valid, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Baca Juga: Motif Balas Dendam, Ayah dan Anak di Palembang Tega Habisi Nyawa Tetangga

Sanksi yang dimaksud berupa pemotongan tunjangan kinerja (tukin) dan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Edward merinci, ASN yang bolos satu hari akan dikenakan potongan sekitar tiga persen dari tukin, sedangkan yang tidak mengikuti apel pagi dipotong dua persen.

Sementara itu, untuk tenaga honorer, Edward mengakui belum diberlakukan sanksi pemotongan. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan internal oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Meskipun belum diberlakukan sanksi keuangan, setiap OPD tetap diminta untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap tenaga honorer,” ujarnya.

Edward berharap momentum pascalibur ini dimanfaatkan oleh ASN untuk meningkatkan kembali etos kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Pemprov Sumsel, kata dia, akan terus mendorong budaya kerja disiplin demi memastikan roda pemerintahan berjalan maksimal.

“Yang terpenting, ASN bisa kembali fokus dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kita ingin pascalibur panjang ini tidak menurunkan produktivitas pemerintahan,” tandasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia