Sumsel

BPBD Sumsel Ajukan Perpanjangan OMC Diusulkan Lanjut 5-10 Hari

Maman Suparman | 18 Juli 2025, 14:52 WIB
BPBD Sumsel Ajukan Perpanjangan OMC Diusulkan Lanjut 5-10 Hari

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengusulkan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyusul prediksi puncak musim kemarau yang akan berlangsung hingga September 2025.

Langkah ini dinilai strategis untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.

“Iya, kita sudah bertemu dengan perwakilan BNPB untuk meminta perpanjangan. Saat ini masih menunggu keputusan, apakah disetujui atau tidak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, Jumat (18/7/2025).

Menurut Iqbal, perpanjangan operasi akan bergantung pada kondisi cuaca dan potensi bibit awan yang bisa dimodifikasi menjadi hujan. BPBD mengusulkan penambahan durasi OMC selama 5 hingga 10 hari dari jadwal awal yang dimulai 13 Juli dan berakhir 17 Juli.

Baca Juga: Nenek Terserempet Motor Patroli di Medan, Polda Sumut Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Hujan yang mengguyur Palembang dan sekitarnya pada Rabu malam diduga merupakan dampak dari pelaksanaan OMC.

“Sebagian mungkin dari OMC, sebagian lagi faktor cuaca alami karena musim kemarau tahun ini tidak seekstrem tahun lalu. Jadi, masih ada potensi hujan,” jelas Iqbal.

OMC menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kelembaban lahan gambut, terutama di daerah yang rawan terbakar.

"Tujuan utama kita membasahi lahan-lahan gambut agar tidak mudah terbakar. Fokus kita di wilayah seperti OKI dan Banyuasin,” ujarnya.

Selain perpanjangan OMC, BPBD Sumsel juga tengah menyiapkan apel kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Agenda ini direncanakan berlangsung di Griya Agung Palembang pada 29 Juli 2025 dan rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Budi Gunawan.

“Apel siaga nanti dirancang sebagai bentuk koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla. Kita masih menunggu jadwal pasti dari Menko Polhukam,” tambah Iqbal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia