Sumsel

Penduduk Sumsel Makin Konsumtif? Palembang Juaranya, Ini Daftar Kota dengan Pengeluaran Tertinggi di Sumsel 2024

Maman Suparman | 21 April 2025, 22:00 WIB
Penduduk Sumsel Makin Konsumtif? Palembang Juaranya, Ini Daftar Kota dengan Pengeluaran Tertinggi di Sumsel 2024

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren positif terhadap pengeluaran per kapita penduduk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) selama tiga tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Sumsel tahun 2024 mencapai Rp12.075. Angka ini naik dari Rp11.473 pada tahun 2023 dan Rp11.009 pada 2022.

Kenaikan pengeluaran per kapita ini menggambarkan potensi daya beli masyarakat yang membaik secara umum di seluruh wilayah Sumsel. Namun, tingkat pertumbuhan tersebut tetap menunjukkan disparitas antar kabupaten/kota yang cukup mencolok.

Kota Palembang, sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat ekonomi, kembali mencatatkan pengeluaran per kapita tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.

Pada 2024, angka tersebut menembus Rp16.750, naik dari Rp15.593 pada 2023 dan Rp15.168 pada 2022. Peningkatan ini memperkuat posisi Palembang sebagai kota dengan tingkat konsumsi dan aktivitas ekonomi tertinggi di Sumsel.

Di posisi kedua, Kota Lubuk Linggau mencatat pengeluaran per kapita sebesar Rp14.672 pada 2024, disusul oleh Kota Prabumulih sebesar Rp13.982. Ketiga kota ini terus mencatat tren kenaikan sejak 2022.

Baca Juga: Permintaan Ekspor Tinggi, Harga Kelapa dan Santan Melejit di Sumsel

Berbanding terbalik dengan Palembang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan angka pengeluaran per kapita terendah di Sumsel.

Pada 2024, pengeluaran per kapita PALI tercatat hanya sebesar Rp9.604, bahkan mengalami penurunan dari tahun 2023 yang mencapai Rp9.739.

Padahal pada 2022, angka tersebut berada di Rp8.660. Kondisi ini patut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat daya beli dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Selain PALI, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dan Kabupaten Empat Lawang juga tercatat sebagai daerah dengan pengeluaran per kapita rendah, yakni masing-masing sebesar Rp9.680 dan Rp10.893 pada tahun 2024.

Menariknya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) mencatat lonjakan signifikan dengan pengeluaran per kapita mencapai Rp13.823 pada 2024, tertinggi di antara wilayah non-kota.

Pada 2023, angka tersebut masih di kisaran Rp12.040, sementara pada 2022 hanya Rp11.759.

Kabupaten Muara Enim juga menunjukkan performa kuat dengan angka Rp12.231 pada 2024, naik dari Rp11.883 di tahun sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia