Sumsel

153 Desa di Banyuasin Rawan Banjir, Pemkab Resmi Tetapkan Status Siaga

Maman Suparman | 10 Desember 2025, 15:55 WIB
153 Desa di Banyuasin Rawan Banjir, Pemkab Resmi Tetapkan Status Siaga
 
AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin kembali menyoroti potensi bencana banjir setelah merilis peta terbaru wilayah rawan.
 
Dari total 237 desa dan kelurahan, sebanyak 153 di antaranya berpotensi terendam banjir jika terjadi hujan deras dalam durasi panjang.

Menanggapi intensitas hujan yang terus meningkat sejak awal Desember, Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuasin telah secara resmi menetapkan Status Siaga melalui Surat Keputusan (SK) untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuasin, M Rhoma Dona, mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Banyuasin memiliki risiko tinggi bencana.

“Wilayah kita luas dan karakter geografisnya beragam. Bukan hanya karhutla yang menjadi ancaman, tetapi banjir, angin kencang, hingga sambaran petir juga perlu diwaspadai,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Dari 21 kecamatan yang ada, sebanyak 18 kecamatan masuk dalam kategori rawan banjir. Hanya tiga kecamatan yakni Karang Agung Ilir, Makarti Jaya, dan Sumber Marga Telang yang tidak termasuk dalam pemetaan risiko banjir.

Baca Juga: Regulasi Tak Kunjung Terbit, Penetapan UMP Sumsel 2026 Terancam Molor

Ancaman banjir mulai terasa puncaknya saat bencana melanda Muara Padang pada Selasa (9/12/2025). Hujan deras yang bersamaan dengan kondisi sungai pasang menyebabkan air cepat naik dan menggenangi jalan serta permukiman.

Kombinasi cuaca ekstrem dan pasang surut air ini diperkirakan akan terus mempengaruhi wilayah pesisir dan bantaran sungai besar di Banyuasin sepanjang musim hujan.

Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, memastikan Pemkab telah bergerak cepat. “SK penetapan siaga sudah diteken. Kita harus bergerak cepat melihat tren cuaca dan kejadian banjir yang berulang,” katanya.

Pemkab kini melakukan evaluasi wilayah dan berkoordinasi intensif dengan BMKG untuk memprediksi pola hujan yang diperkirakan masih meningkat hingga akhir tahun. Sejumlah titik di pesisir dan bantaran sungai menjadi fokus utama pengawasan karena kontur tanah yang labil juga berpotensi memicu longsor.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Rhoma juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampah yang menyumbat aliran air bisa memperburuk banjir. Kewaspadaan harus digerakkan bersama, bukan hanya oleh pemerintah,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia