Sumsel

Karhutla Sumsel Tembus 5.200 Hektare di 2025, Tren Tiga Tahun Ungkap Pola Mengkhawatirkan

Maman Suparman | 14 November 2025, 15:05 WIB
Karhutla Sumsel Tembus 5.200 Hektare di 2025, Tren Tiga Tahun Ungkap Pola Mengkhawatirkan

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali menguat.

Memasuki akhir 2025, data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan luas lahan terbakar, menandakan bahwa persoalan karhutla belum benar-benar terkendali meski beberapa wilayah mulai diguyur hujan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Ferdian Kristanto, mengatakan total luasan karhutla sejak Januari hingga Oktober 2025 mencapai 5.264,2 hektare. Angka ini naik hampir 2.329 hektare hanya dalam dua bulan terakhir.

“Citra satelit pada bulan-bulan tertentu lebih jelas, sehingga pencatatan luasan menjadi lebih akurat,” ujar Ferdian, Jumat (14/11/2025)

Dari total wilayah terbakar, lahan mineral mendominasi dengan 4.882,7 hektare. Sementara kebakaran di lahan gambut tercatat 381,6 hektare.

Baca Juga: 832 Anggota Polri Pernah Isi Jabatan Publik, Putusan MK Tegaskan Larangan Polisi Aktif Duduki Posisi Sipil

Delapan daerah dengan lahan terbakar terluas pada 2025 tercatat berada di OKI seluas 1.293,2 hektare, Musi Banyuasin 960,4 hektare, Ogan Ilir 654,8 hektare, OKU 629,7 hektare, Musi Rawas 369,6 hektare, Muratara 298,6 hektare, OKU Selatan 259,0 hektare, dan Empat Lawang 214,7 hektare.

Pola ini menegaskan bahwa karhutla masih kerap muncul di kawasan yang rawan aktivitas manusia, berada di sekitar perkebunan, serta memiliki tutupan lahan mineral yang sangat mudah terbakar saat kemarau panjang.

Meski hujan mulai turun di beberapa titik, intensitasnya belum merata sehingga ancaman kebakaran belum berakhir. Kondisi ini membuat Manggala Agni memperpanjang masa siaga dan patroli hingga Desember 2025.

Di sisi lain, kebakaran besar yang kembali pecah di sejumlah wilayah Riau memaksa Manggala Agni menggelar operasi gabungan di tujuh kabupaten, menandakan ancaman karhutla secara nasional masih tinggi.

BNPB sebelumnya menyiagakan lima helikopter untuk mendukung penanganan karhutla di Sumsel, namun tiga unit dialihkan untuk kebutuhan nasional. Saat ini hanya dua helikopter yang masih bertugas hingga akhir November—masing-masing satu untuk patroli dan satu untuk water bombing.

Tren tiga tahun terakhir juga menunjukkan pola fluktuatif namun tetap tinggi. Pada 2023, luas lahan terbakar mencapai 4.162,3 hektare, turun menjadi 3.160,3 hektare pada 2024, namun kembali melonjak pada 2025 hingga menembus lebih dari 5.200 hektare. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia