Sumsel

Kerbau Rawa Pampangan, Potensi Emas Kuliner Sumsel yang Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

Maman Suparman | 21 Oktober 2025, 17:44 WIB
Kerbau Rawa Pampangan, Potensi Emas Kuliner Sumsel yang Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

AKURAT.CO SUMSEL Kerbau rawa asal Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini dilirik sebagai sumber daya lokal yang berpotensi besar menggerakkan ekonomi masyarakat.

Selain dikenal tangguh di kawasan rawa lebak, daging kerbau ini dinilai memiliki cita rasa khas dan bisa menjadi bahan baku unggulan kuliner Sumatera Selatan.

Dokter Hewan Ahli Madya Provinsi Sumsel, Jafrizal, mengatakan bahwa pengembangan kuliner berbahan dasar kerbau bukan sekadar tren, melainkan strategi ekonomi yang mampu menggerakkan banyak sektor dari peternakan hingga industri kuliner.

“Gerakan mengangkat kuliner berbahan baku kerbau bukan hanya soal cita rasa, tapi juga tentang kemandirian ekonomi masyarakat. Dari dapur ke sawah, dari meja makan ke kandang, semua bisa bergerak bersama,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Jafrizal, daging kerbau tidak kalah kualitasnya dibandingkan daging sapi.

Baca Juga: Potong Sapi Betina Produktif Bisa Kena Penjara, Ancaman untuk Masa Depan Daging Nasional

Bahkan, daging kerbau memiliki tekstur yang lebih lembut dengan kadar lemak rendah sehingga cocok diolah menjadi berbagai masakan nusantara seperti rendang kerbau, pindang kerbau, soto kerbau, hingga sop buntut kerbau.

“Gerakan ini bukan sekadar tren kuliner, tetapi strategi ekonomi berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jafrizal menjelaskan bahwa Sumsel memiliki kekayaan plasma nutfah unik berupa populasi kerbau rawa Pampangan yang hidup di wilayah berair dan berlumpur. Jenis kerbau ini dikenal kuat, adaptif, dan menghasilkan daging dengan cita rasa gurih alami.

Selain meningkatkan nilai ekonomi, peningkatan permintaan terhadap daging kerbau juga diyakini mampu mendorong peternak lokal untuk kembali mengembangkan populasi kerbau rawa.

“Ketika permintaan meningkat, otomatis peternak bergairah. Pakan lokal bisa dimanfaatkan, industri olahan tumbuh, bahkan wisata kuliner berbasis rawa pun bisa dikembangkan,” jelasnya.

Ia menilai, sudah saatnya kerbau rawa tidak hanya dikenal sebagai hewan pekerja sawah, tetapi juga ikon pangan dan identitas kuliner khas Sumsel.

“Bayangkan wisatawan datang ke Palembang bukan hanya untuk mencicipi pempek, tapi juga rendang dan pindang kerbau Pampangan. Ini bisa menjadi daya tarik kuliner baru yang memperkuat ekonomi daerah,” ujar Jafrizal.

Dengan dukungan teknologi budidaya modern, promosi kuliner, serta kebijakan yang berpihak pada peternak, Sumsel dinilai berpeluang besar menjadi sentra kuliner daging kerbau nasional.

“Dari rawa yang tenang bisa lahir kekuatan besar. Dari kerbau yang sederhana, tumbuh kebanggaan masyarakat dan kemandirian ekonomi daerah,” tutupnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia