Sumsel

Ekspor Sumsel Tumbuh Positif 2,30%, Nonmigas dan Sektor Pertanian Jadi Penggerak Utama

Maman Suparman | 4 Oktober 2025, 18:00 WIB
 Ekspor Sumsel Tumbuh Positif 2,30%, Nonmigas dan Sektor Pertanian Jadi Penggerak Utama

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2025 menunjukkan geliat yang menjanjikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat, total nilai ekspor wilayah ini dari Januari hingga Agustus mencapai US$4,25 miliar, mengalami peningkatan sebesar 2,30% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (year on year/yoy).

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didominasi oleh sektor nonmigas yang kuat, meski ekspor migas mengalami koreksi.

"Selama semester satu total ekspor Sumsel mencapai nilai US$4,25 miliar," ujar Wahyu, Sabtu (4/10/2025). 

Secara rinci, total ekspor nonmigas Sumsel tercatat sebesar US$3,99 miliar, atau meningkat 4,15% yoy. Sebaliknya, ekspor migas terkoreksi cukup dalam sebesar 19,9%, dengan nilai US$256,22 juta.

Baca Juga: Pornas Korpri XVII Resmi Dimulai di Sumsel, Pecahkan Rekor Peserta, Gubernur Herman Deru Turut Bertanding

Menurut sektornya, kenaikan paling signifikan datang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, yang melesat hingga 95,66% yoy dengan nilai US$73,38 juta.

Peningkatan juga terlihat pada sektor industri pengolahan yang mencapai US$2,33 miliar atau tumbuh 13,38% yoy.

"Tetapi dari sektor pertambangan secara kumulatif mengalami penurunan sebesar 8,74% yoy dengan nilai ekspor US$1,58 miliar," jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan bahwa kinerja positif ini didukung oleh kenaikan pada dua komoditas unggulan utama Sumsel seperti Karet dan barang dari karet: Mengalami peningkatan signifikan sebesar 24,55% yoy lalu, Pulp dari kayu Tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,36% yoy.

Hanya komoditas bahan bakar mineral (seperti batu bara dan lignit) yang mengalami perlambatan sebesar 8,74% yoy, sejalan dengan penurunan sektor pertambangan secara umum.

Adapun negara tujuan ekspor Sumsel masih didominasi oleh Tiongkok, yang menyerap ekspor senilai US$1,64 miliar atau memiliki share sebesar 38,75%.

Komoditas utama yang dikirim ke Tiongkok meliputi pulp dari kayu, batu bara dan lignit, serta karet dan barang dari karet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia