Sumsel

123 Ton Beras Murah Didistribusikan Serentak di 44 Titik se-Sumsel

Maman Suparman | 14 Agustus 2025, 17:43 WIB
123 Ton Beras Murah Didistribusikan Serentak di 44 Titik se-Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 123 ton beras dengan harga terjangkau resmi didistribusikan secara serentak di 44 titik di seluruh wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) melalui program Kick Off Gerakan Pangan Murah.

Kegiatan ini berlangsung Kamis (14/8/2025) dan dipusatkan di Halaman Polsek Seberang Ulu 1 Palembang, dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Perum Bulog.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan beras medium seharga Rp11.600 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasaran yang berkisar Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Seluruh 17 kabupaten/kota di Sumsel turut berpartisipasi, masing-masing menyalurkan 2 hingga 5 ton beras di titik penjualan yang telah ditentukan.

Baca Juga: Dua Wilayah di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, Kasus Terus Melonjak

Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang mengapresiasi sinergi antara Polda Sumsel dan Perum Bulog yang telah menggagas pendistribusian ini.

“Selisih harga ini jelas meringankan beban rumah tangga dan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah bersama aparat terhadap masyarakat,” ujarnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, menyebut program ini sebagai langkah strategis menekan tingginya harga pangan. “Gerak

an ini kami laksanakan secara serentak agar manfaatnya dirasakan merata oleh warga di seluruh Sumsel,” katanya.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumbagsel, Mersi Windrayani, memastikan stok beras aman dan siap mendukung keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

“Kami ingin memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat mendapat harga terbaik,” ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia