Sumsel

107 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Jadi Zona Merah

Maman Suparman | 31 Juli 2025, 13:16 WIB
107 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Jadi Zona Merah

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda wilayah Sumatera Selatan.

Hingga akhir Juli 2025, tercatat sebanyak 107 kejadian karhutla terjadi di provinsi ini, dengan sebaran di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Ogan Ilir tercatat sebagai wilayah paling terdampak, dengan status zona merah akibat intensitas kejadian yang tinggi.

“Sejak 1 Januari hingga 28 Juli 2025, jumlah kejadian karhutla di Sumsel mencapai 107 kali. Tercatat telah terjadi di 11 daerah,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (31/7/2025).

Ogan Ilir menjadi perhatian utama karena menyumbang lebih dari separuh kasus karhutla, yakni 56 kejadian. Kecamatan Indralaya Utara menjadi wilayah paling terdampak dengan 28 kejadian.

Disusul oleh Pemulutan (8 kejadian), Pemulutan Barat dan Payaraman (masing-masing 5), Tanjung Batu (3), serta Indralaya dan Rambang Kuang (masing-masing 2). Sementara itu, Muara Kuang, Rantau Alai, dan Tanjung Raja masing-masing mencatatkan 1 kejadian.

Baca Juga: Bertemu di Korea, Andre dan Shin Tae-yong Bahas Masa Depan Sepakbola Indonesia

Selain Ogan Ilir, sejumlah wilayah lain juga terdampak meski masih berada dalam kategori zona kuning yakni daerah dengan jumlah kejadian di bawah 15 kali.

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatat 15 kejadian, tersebar di sejumlah kecamatan seperti Sekayu, Bayung Lencir, Lais, dan Sungai Keruh, serta Jirak Jaya, Lawang Wetan, Batang Hari Leko, dan Keluang.

Kemudian di Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat 10 kejadian, dengan Kecamatan Tulung Selapan menjadi yang paling terdampak (4 kejadian).

Sementara Cengal mencatatkan 2 kejadian, dan masing-masing 1 kejadian terjadi di Jungkal, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Jejawi.

Sementara itu, Muara Enim melaporkan 9 kejadian, tersebar di kecamatan Lembak, Kelekar, Gelumbang, dan Sungai Rotan. Kabupaten Banyuasin mencatat 6 kejadian, yang terjadi di Rantau Bayur dan Rambutan.

Di wilayah PALI, terdapat 5 kejadian, dengan rincian: 2 di Abab, dan masing-masing 1 di Penukal Utara, Talang Ubi, serta Tanah Abang. Kota Prabumulih mencatat 2 kejadian yang terjadi di Cambai dan Prabumulih Barat.

Sementara itu, wilayah Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, Lahat, dan Palembang masing-masing hanya mengalami 1 kejadian karhutla.

Mengenai luas lahan yang terdampak, pihak BPBD Sumsel menyebutkan bahwa data terkini masih dalam proses verifikasi oleh Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun berdasarkan data terakhir, tercatat 43,08 hektare lahan telah terbakar, dan jumlah tersebut dipastikan bertambah.

“Angka itu belum final. Kami masih menunggu pembaruan dari pihak kementerian. Diperkirakan luas lahan terbakar sudah lebih dari 43 hektare,” ungkap Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia