Sumsel

SPMB 2025 Dimulai, Disdik Palembang Tegaskan Jangan Percaya Calo

Maman Suparman | 5 Mei 2025, 15:30 WIB
SPMB 2025 Dimulai, Disdik Palembang Tegaskan Jangan Percaya Calo

AKURAT.CO SUMSEL Penerimaan murid baru di Kota Palembang kembali dibuka. Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 resmi dimulai Jumat, 9 Mei 2025, dengan jalur afirmasi sebagai tahap awal pendaftaran.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang pun memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak tergoda iming-iming dari pihak yang mengaku bisa “meloloskan” siswa ke sekolah tertentu dengan imbalan uang.

Kepala Disdik Palembang, Amri, menegaskan proses SPMB harus dijalankan secara transparan, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.

"Kami mengingatkan para orang tua agar tidak tergoda oleh oknum yang mengklaim bisa meluluskan anak dalam SPMB dengan imbalan uang, karena hal tersebut merupakan penyesatan dan tindakan melawan hukum," kata Amri, Senin (5/5/2025).

SPMB 2025 diawali dengan jalur afirmasi yang berlangsung pada 9–14 Mei 2025, khusus diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Jalur ini menyerap 25% dari total daya tampung masing-masing satuan pendidikan.

Baca Juga: Benarkah Olahraga Bisa Memicu Naiknya Asam Lambung? Ini Penjelasannya

Sementara 75% sisanya akan dialokasikan melalui jalur zonasi domisili, prestasi, dan perpindahan orang tua, yang akan dibuka pada 10–14 Juni 2025.

Amri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan jujur dan bebas dari intervensi.

"SPMB bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan langkah awal untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Mari kita kawal agar setiap anak mendapat kesempatan yang sama," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh informasi terkait prosedur, kuota, dan jadwal dapat diakses terbuka melalui situs resmi Disdik dan masing-masing sekolah. Transparansi ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan wewenang dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh calon peserta didik.

"SPMB ini adalah pintu masa depan anak-anak kita. Jangan biarkan pintu itu dikunci oleh praktik kotor. Kita semua bertanggung jawab menjaganya," tegas Amri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia