Harga Emas Terus Meroket, Dosen Unsri: Fenomena Ini Dipengaruhi Ketidakstabilan Ekonomi Global

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga emas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tak hanya menarik perhatian investor, tetapi juga masyarakat umum.
Fenomena ini menurut Soekanto Sairuki, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri), tak lepas dari dinamika ekonomi global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Fenomena naik turunnya harga emas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat cenderung mengalihkan likuiditas atau dana mereka ke bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas," jelas Soekanto, Jumat (18/4/2025).
Ia menyebut, emas dikenal sebagai instrumen investasi safe haven atau pelindung nilai yang cukup stabil meskipun di tengah gejolak ekonomi.
"Emas dianggap sebagai investasi yang aman karena tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga barang atau inflasi. Kenaikan harga emas lebih banyak mengikuti ketidakpastian ekonomi global dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar," lanjutnya.
Menurut data historis yang dikutip Soekanto, selama sepuluh tahun terakhir, harga emas rata-rata mengalami kenaikan sebesar 10 hingga 12 persen setiap tahun.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2 Juta per Gram, Investor Sumringah!
"Secara logika umum, orang pasti akan melirik emas sebagai pilihan investasi jangka panjang," ungkapnya.
Lebih lanjut, Soekanto membedakan dua jenis konsumen emas: pertama, yang membeli emas dalam bentuk perhiasan untuk dipakai sehari-hari, dan kedua, yang membeli logam mulia untuk tujuan investasi.
"Ada dua jenis pembeli emas. Yang satu membeli untuk dipakai sebagai perhiasan, yang lainnya membeli logam mulia untuk disimpan dan dijual kembali saat harga naik. Keduanya terpengaruh secara berbeda oleh pergerakan harga," jelasnya.
Kendati demikian, lonjakan harga emas juga membawa dampak bagi pelaku usaha perhiasan.
Soekanto menilai, meskipun dalam jangka pendek terjadi penurunan penjualan karena konsumen menahan pembelian, namun untuk jangka panjang bisnis perhiasan tetap akan stabil.
"Kelangkaan emas karena permintaan tinggi juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Untuk pelaku usaha, ini mungkin menjadi tantangan jangka pendek, tapi dalam jangka panjang tidak akan terlalu terganggu," kata dia.
Ia menambahkan, dampak dari kenaikan harga emas berbeda di setiap lapisan masyarakat.
"Bagi kalangan bawah, harga tinggi bisa membuat mereka menunda pembelian. Tapi untuk kelas menengah ke atas, fenomena ini tidak terlalu berpengaruh karena mereka lebih siap secara finansial," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



