Sumsel

BMKG Sumsel Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal April 2025

Maman Suparman | 2 April 2025, 15:00 WIB
BMKG Sumsel Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal April 2025



AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di awal April 2025.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mengancam berbagai wilayah di Sumsel, yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyatakan bahwa peluang hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Hal ini terutama mengancam wilayah-wilayah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kejadian ekstrem yang dapat terjadi dalam dasarian mendatang, terutama di daerah-daerah rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Wandayantolis, Rabu (2/4/2025).

BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah Sumsel masih akan mengalami hujan dengan peluang sekitar 80 persen.

Curah hujan kategori menengah antara 50-150 milimeter diprediksi terjadi di berbagai wilayah, kecuali Empat Lawang yang hanya memiliki peluang hujan sekitar 50 persen dengan curah rendah antara 0-50 milimeter.

Namun, sejumlah wilayah justru diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi antara 150-300 milimeter dengan peluang hingga 30 persen.

Baca Juga: Pelaporan SPT Tahunan Capai 12,34 Juta, DJP Berikan Relaksasi Sanksi Akibat Libur Panjang

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Muba bagian tengah, Banyuasin Selatan, Palembang, Ogan Ilir utara, OKI bagian barat, OKU Timur Utara, Muara Enim utara dan selatan, serta Musi Rawas bagian utara dan Muratara bagian timur.

“Wilayah Sumsel masih berada pada periode musim hujan. Peluang hujan di sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi masih cukup tinggi pada dasarian I, 1-10 April 2025,” jelas Wandayantolis.

Menurut Wandayantolis, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang diprediksi berada dalam kategori netral hingga semester kedua 2025. Fenomena India Ocean Dipole (IOD) juga berada pada kategori netral dengan indeks 0,10 dan diperkirakan tetap stabil hingga semester kedua tahun ini.

Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia masih didominasi oleh angin baratan. Selain itu, adanya belokan dan pertemuan angin di sekitar garis ekuator menciptakan pusat tekanan rendah di perairan selatan Jawa dan Laut Timor.

“Analisis dasarian II Maret 2025 menunjukkan MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif di fase 4 di wilayah Benua Maritim. MJO diperkirakan tidak aktif hingga pertengahan dasarian III Maret 2025 dan kembali aktif pada fase 6 dan 7 di wilayah Pasifik Barat pada akhir dasarian III Maret 2025 hingga awal dasarian I April 2025,” jelasnya.

BMKG Sumsel juga melakukan pemantauan terkait Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah. Berdasarkan monitoring, sebagian besar Sumsel bagian tengah hingga barat masih mengalami hujan secara rutin.

Namun, wilayah dengan kategori Hari Tanpa Hujan sangat pendek (1-5 hari) masih terdeteksi di sebagian besar Sumsel bagian tengah dan timur. Sementara itu, beberapa daerah seperti Lahat, Musi Rawas, Lubuk Linggau, sebagian Muara Enim, serta sebagian kecil Ogan Komering Ulu mengalami HTH kategori pendek (6-10 hari).

“HTH terpanjang terukur di Pos Hujan Tanjung Sakti Pumi, Lahat selama 10 hari,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia