Sumsel

Percepat Transformasi Digital, Mendagri Tito: ASN Harus Jadi Garda Terdepan

Deni Hermawan | 1 November 2024, 16:28 WIB
Percepat Transformasi Digital, Mendagri Tito: ASN Harus Jadi Garda Terdepan

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sebagai bagian dari revolusi mental dan transformasi birokrasi di Indonesia.

Upaya ini disebut sebagai langkah penting untuk mencapai cita-cita Indonesia menjadi negara maju.

“Jika Indonesia ingin menjadi negara maju, pola pikir harus diubah. Seluruh aspek kehidupan, termasuk ASN, perlu menjadi garda terdepan perubahan ini,” ungkap Tito dalam pidatonya di Palembang, Jumat (1/11/2024).

Mendagri menekankan bahwa dunia saat ini tengah memasuki era revolusi digital yang telah mengubah seluruh paradigma masyarakat, seperti yang diramalkan oleh penulis futuris asal Amerika, Alvin Toffler.

Dalam tahapan ini, perubahan besar terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di sektor militer, yang kini tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik tetapi juga terkait dengan perang informasi.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa digitalisasi dalam layanan ASN akan berdampak langsung pada efisiensi birokrasi.

Nantinya, masyarakat tidak perlu lagi hadir secara fisik untuk mengurus layanan publik, cukup dengan menggunakan KTP yang telah terdigitalisasi untuk berbagai keperluan.

Baca Juga: Pasca Kericuhan, Bawaslu Minta Debat Pilkada Digelar di Daerah Masing-Masing

“Presiden Prabowo sangat mendorong percepatan digitalisasi pemerintahan. Nantinya, masyarakat dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” jelasnya.

Dengan penerapan sistem digital dan pemanfaatan teknologi informasi yang tengah digalakkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tito menambahkan bahwa peran ASN kemungkinan akan berubah seiring waktu.

Tidak menutup kemungkinan jumlah ASN di pusat maupun daerah akan berkurang seiring dengan berkurangnya kebutuhan posisi-posisi yang selama ini bersifat manual.

“Digitalisasi ini berpotensi mengurangi jumlah ASN karena beberapa peran mungkin tidak lagi diperlukan. Ke depannya, hal ini akan membuat rekrutmen ASN semakin berkurang,” ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto