Sumsel

Kampanye Caleg di Sumsel Masih Sepi, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Muhammad Husni Mushonifi | 20 Desember 2023, 13:56 WIB
Kampanye Caleg di Sumsel Masih Sepi, Pengamat Ungkap Penyebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Sejak masa kampanye dimulai pada 28 November lalu, geliat kampanye para Calon Legislatif (Caleg) di Sumatera Selatan (Sumsel) tidak terlalu terlihat.

Salah satu faktor yang menyebabkan kampanye Caleg di Sumsel tidak terlalu gegap gempita dikarenakan kalah dari gemanya kampanye Presiden.

"Mungkin itu salah satu penyebabnya, yang membuat kampanye dari Caleg memang sangat terbatas," ujar Pengamat Politik Ardiyan Saptawan, Rabu (20/12/2023).

Maka dari itu, para Caleg harus melakuakan inovasi kampanye dengan cara yang lebih modern. Yaitu menggunakan teknologi yang ada maupun melakukan kegiatan dialog kebangsaan yang mencerahkan pemikiran pemilih.

"Jangan pakai cara tradisional terus seperti hanya memasang spanduk saja, tetapi harus out of the box," jelasnya.

Baca Juga: Waspada COVID-19 Varian JN.1, Tandai Gejalanya

Lanjutnya lagi, saat ditanyai mengenai money politik apakah masih berdampak untuk mendapatkan suara pemilih. Ardiyan menjawab bahwa money politik masih berdampak, tapi belum tentu seampuh dahulu.

"Cara itu dilakukan oleh sebagian besar para calon terutama yg berduit, sehingga terjadi kegalauan dari para pemilih,"

"Bahkan ironisnya adalah pemberian money politik yang dilakukan oleh "preman" juga disertai dengan ancaman dan cara-2 yangg mengintimidasi calon pemilih," jelasnya.

Tambahnya, tidak ada hukum sah atau tak sah money politik karena memang dilarang. Pelaku dan penerimanya bisa dihukum pidana pemilu.

"Masalahnya kegiatan itu tidak diketahui oleh aparat. Mungkin perlu juga kali "Patroli Anti Money Politik"," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.