Sumsel

Bandara SMB II Palembang Perketat Mitigasi Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Libur Nataru

Maman Suparman | 5 Desember 2025, 19:00 WIB
Bandara SMB II Palembang Perketat Mitigasi Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Libur Nataru

AKURAT.CO SUMSEL Pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi ekstra untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya hingga Januari 2026.

Kesiapan ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca buruk bertepatan dengan momen padatnya arus transportasi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

General Manager Bandara SMB II Palembang, R Iwan Winaya, menegaskan bahwa upaya ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan ketepatan waktu operasional penerbangan.

"Kami menyiapkan mitigasi tambahan agar operasional tetap aman dan tepat waktu, terutama menghadapi puncak musim hujan," ujar R Iwan Winaya, Jumat (5/12/2025).

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengalami curah hujan tertinggi sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026.

Baca Juga: Balita 4 Tahun Terseret Arus Sungai Musi PU Banyuasin, Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Pencarian Kilat

Iwan menyebut, kondisi cuaca yang ekstrem ini mendorong pihak bandara untuk memperketat langkah mitigasi keselamatan penerbangan.

"Momen ini bertepatan libur panjang Nataru, kondisi ini mendorong bandara memperketat langkah mitigasi keselamatan penerbangan serta menjaga ketepatan waktu keberangkatan dari maupun tujuan Palembang," katanya.

Dalam rangka menyambut lonjakan penumpang akhir tahun, Bandara SMB II juga kembali mengaktifkan Posko Terpadu Nataru, yang dijadwalkan beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan penerbangan, langkah mitigasi yang disiapkan meliputi kolaborasi siaga bersama berbagai stakeholder terkait, seperti TNI/Polri, Basarnas, dan unit layanan lainnya.

Langkah teknis yang diambil mencakup peningkatan koordinasi antarunit, kesiapan seluruh peralatan navigasi, dan penyesuaian prosedur operasional standar (SOP) jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk penerbangan.

"Harapannya, tim ini bisa menjaga kelancaran arus transportasi udara selama puncak libur akhir tahun," tutup Iwan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia