Sumsel

Produksi Pertanian di Sumatera Selatan Meningkat Meski Dilanda Kemarau

Haris Ma'ani | 13 September 2024, 17:28 WIB
Produksi Pertanian di Sumatera Selatan Meningkat Meski Dilanda Kemarau

AKURAT.CO SUMSEL Musim kemarau di Sumatera Selatan (Sumsel) membawa dampak positif bagi sektor pertanian, terutama pada produksi padi.

Dengan penambahan lahan tanam seluas 3.900 hektar, provinsi ini diprediksi akan mencapai produksi gabah kering hingga 2,533 juta ton dari Januari hingga Oktober 2024.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa penambahan luas tanam tersebut disebabkan oleh surutnya permukaan air di lahan rawa lebak dan pasang surut yang biasanya tergenang.

Kondisi ini memungkinkan petani untuk memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam padi, sehingga meningkatkan jumlah produksi.

Baca Juga: Beli Iphone lewat Instagram, Pria di Palembang Tertipu Rp2,4 Juta

“Sumsel punya banyak lahan lebak dan pasang surut, jadi musim kemarau menjadi nilai tambah bagi kami. Lahan yang tadinya tergenang air kini bisa dimanfaatkan untuk ditanami padi," ujarnya, Jumat (13/9/2024).

"Hingga Oktober, ada peningkatan luas tanam sekitar 3.900 hektar dibandingkan tahun 2023, yang berarti produksi kita lebih tinggi,” tambahnya.

Untuk menjaga agar produksi tetap optimal, Bambang menambahkan bahwa program pompanisasi akan terus ditingkatkan, terutama di daerah yang menjadi fokus pemerintah, seperti OKU Timur, OKI, Muara Enim, dan Banyuasin.

Pompanisasi diproyeksikan akan maksimal hingga September 2024, karena berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir bulan tersebut. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto