Sumsel

Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Warga Sumsel Diimbau Waspadai Lonjakan Karhutla

Maman Suparman | 22 Mei 2025, 16:00 WIB
Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Warga Sumsel Diimbau Waspadai Lonjakan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Memasuki masa transisi musim, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Sumatera Selatan (Sumsel).

BMKG memperkirakan kemarau tahun ini akan lebih kering, sementara BPBD memperingatkan bahwa 99 persen kasus karhutla berasal dari ulah manusia.

Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau membawa konsekuensi serius bagi masyarakat Sumsel.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, menyebutkan bahwa kemarau 2025 akan lebih kering akibat pergeseran dari fenomena La Nina menuju kondisi netral, yang rawan menimbulkan titik panas.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Noda Darah Kurban, Baju Kinclong Kembali!

"Di Sumsel kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan 2024 yang mengalami La Nina atau kemarau basah," ujar dia, Kamis (22/5/2025).

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia menyebut sebagian besar kebakaran yang terjadi setiap tahunnya dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Tahun lalu saja masih muncul hotspot di saat kemarau basah. Sekarang, dengan kondisi lebih kering, risikonya jauh lebih besar," ujarnya.

BPBD Sumsel juga telah menyiagakan tim dan peralatan pemadaman darurat di sejumlah daerah rawan seperti Ogan Ilir, OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia