Kasus DBD di Sumsel Tembus 4.130 Sepanjang 2025, Musim Hujan Picu Kenaikan

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 4.130 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi hingga 24 Desember 2025.
Dari ribuan kasus tersebut, 22 pasien dilaporkan meninggal dunia, menandakan DBD masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan peningkatan kasus DBD sejalan dengan berlangsungnya musim hujan yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Sepanjang tahun 2025 hingga 24 Desember, tercatat 4.130 kasus DBD di Sumatera Selatan, dengan 22 kasus kematian,” ujar Ira, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data Dinkes Sumsel, Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 934 kasus dan tiga kematian. Angka tinggi juga tercatat di Kabupaten Muara Enim dengan 526 kasus, disusul OKU Timur 406 kasus dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 371 kasus.
Sementara itu, Kota Lubuklinggau mencatat 366 kasus, Kabupaten Banyuasin 334 kasus, Ogan Ilir 180 kasus, Lahat 163 kasus, Musi Rawas dan OKU masing-masing 151 kasus.
Baca Juga: DPR Tegaskan KUHP dan KUHAP Baru Jadi Perisai Bagi Pengkritik, Bukan Alat Represi Kekuasaan
Daerah lain seperti Musi Banyuasin, Prabumulih, Muratara, PALI, OKU Selatan, Pagar Alam, hingga Empat Lawang juga melaporkan kasus dengan jumlah bervariasi.
Untuk kasus kematian, Banyuasin mencatat jumlah tertinggi dengan empat korban meninggal dunia. Muara Enim, Palembang, Lubuklinggau, dan Muratara masing-masing melaporkan tiga kematian.
Selain itu, dua korban tercatat di Lahat, sementara Musi Rawas, OKU Selatan, Ogan Ilir, dan PALI masing-masing satu korban.
Dinkes Sumsel juga mencatat tren peningkatan kasus DBD terjadi sejak September hingga November 2025.
Pada September tercatat 265 kasus, meningkat menjadi 366 kasus pada Oktober, dan kembali naik menjadi 413 kasus pada November.
Sementara data sementara Desember 2025 menunjukkan penurunan dengan 151 kasus, meski masih menunggu laporan lengkap dari seluruh daerah.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Sumsel terus mengintensifkan berbagai langkah pencegahan.
Upaya tersebut meliputi sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pembersihan dan pengurasan tempat penampungan air, pemeliharaan ikan pemakan jentik, hingga pelaksanaan fogging di wilayah dengan kasus tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









