ESP Hadirkan Warna Baru di Pilgub Sumsel, Pengamat: Menambah Opsi Bagi Pemilih

AKURAT.CO SUMSEL Majunya ESP sebagai calon gubernur (Cagub) Sumatera Selatan diprediksi akan menambah dinamika kontestasi Pilgub sekaligus memberikan opsi tambahan bagi pemilih di daerah ini.
Seiring dengan keputusan PDIP untuk mengusung ESP, banyak pihak melihat langkah ini sebagai keputusan yang tepat.
“Sebagai konsekuensi dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini yang memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk berkompetisi, keputusan untuk mengusung ESP ini tindakan yang tepat,” ujar Pengamat Politik dari UIN Raden Fatah Palembang, Yulion Zalpa, Kamis (29/8/2024).
ESP sendiri bukanlah nama baru dalam dunia politik. Sebagai mantan Wali Kota dan anggota DPR RI, ESP dinilai memiliki modal sosial-politik yang cukup kuat untuk bersaing dengan calon-calon lainnya dalam Pilgub mendatang.
"ESP memiliki kekuatan sosial-politik yang cukup untuk bersaing dengan calon lainnya," ungkapnya.
Meskipun demikian, terkait elektabilitas ESP, Yulion mengakui nama ESP memang belum muncul dalam radar bursa Cagub. Pada saat itu, hanya ada tiga nama yang dominan, yakni HD, Heri Amalindo, dan Mawardi.
“Menariknya, masih ada sekitar 15 hingga 20 persen pemilih yang belum memutuskan. Ini menunjukkan bahwa ESP masih memiliki peluang yang cukup besar untuk meraih dukungan. Modal popularitas yang dimiliki ESP karena pernah menduduki jabatan publik sebelumnya, dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan elektabilitasnya,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa perilaku pemilih sangat dinamis dan bisa berubah dengan cepat.
"Dalam beberapa hari, keputusan masyarakat dapat disesuaikan dengan kondisi dan konteks saat ini. Jika survei dilakukan sekarang, kemungkinan besar akan ada perubahan dalam angka elektabilitas, terutama dengan pencalonan ESP,” tambahnya.
Baca Juga: 12 Warga Sumatera Selatan Gugat Tiga Perusahaan Terhadap Kasus Kabut Asap
Lanjutnya, beberapa pertimbangan lain yang mendukung majunya ESP antara lain adalah hubungan yang pernah terjalin antara ESP dengan PDIP ketika ia menjadi pengurus partai.
Selain itu, ESP pernah ikut serta dalam kontestasi Pilgub pada tahun 2013 dan berhasil meraih suara sekitar 18,5% saat itu, ditambah dengan pengalaman ESP sebagai Wali Kota Palembang.
Terkait tidak lolosnya ESP ke Senayan pada pemilu sebelumnya, pengamat tersebut menilai bahwa kegagalan tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator dalam menilai peluang ESP di Pilgub kali ini.
“Kita harus setuju bahwa ini adalah dua "pertempuran" yang berbeda, masing-masing memiliki faktor dan metrik yang sangat berbeda untuk menentukan kemenangan” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa secara empiris, petahana atau incumbent biasanya lebih mudah dinilai oleh publik saat mencalonkan diri kembali.
“Namun, dalam situasi seperti ini, kehadiran ESP mungkin merupakan warna baru yang dibutuhkan Sumsel. Selain itu, publik juga memiliki penilaian positif terhadap ESP saat ia menjabat sebagai Wali Kota, yang bisa menjadi poin plus dalam kontestasi Pilgub kali ini,” tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









