Sumsel

73% Lahan Sawah Rawa, Sumsel Siapkan Strategi Hadapi Musim Hujan Panjang dan Ancaman La Nina

Maman Suparman | 11 November 2025, 15:39 WIB
73% Lahan Sawah Rawa, Sumsel Siapkan Strategi Hadapi Musim Hujan Panjang dan Ancaman La Nina

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah bersiap menghadapi tantangan besar di sektor pertanian menjelang musim hujan 2025–2026.

Pasalnya, dari total 519.482 hektare lahan baku sawah (LBS) yang ada di Sumsel, sekitar 73 persen merupakan lahan rawa yang sangat rentan terhadap genangan air.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa curah hujan pada musim tanam kali ini diperkirakan akan lebih tinggi dari biasanya dan berpotensi dipengaruhi fenomena La Nina.

Kondisi tersebut dapat menghambat proses tanam, perawatan tanaman, hingga menurunkan hasil panen.

“Kita ketahui dari total 519 ribu hektare lahan baku sawah di Sumsel, sekitar 73 persen adalah rawa. Ketika musim hujan datang dan kemarau tidak berlangsung lama, maka akan sulit menanam di rawa lebak karena genangan air bisa bertahan lama,” jelas Bambang, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: 18,5 Ton Kopi Liberika Asal Sumsel Tembus Pasar Malaysia, Bukti Kualitas Petani Lahat dan Muara Enim Diakui Dunia

Untuk mengantisipasi dampak musim hujan panjang, Pemprov Sumsel terus mendorong program optimasi lahan guna meningkatkan produktivitas pertanian di daerah rawa.

Program ini telah menunjukkan hasil positif sepanjang 2025, di mana luas panen meningkat 21 persen atau sekitar 114 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyukseskan program cetak sawah baru yang kini telah memasuki tahap kontrak seluas 33 ribu hektare. Program tersebut diharapkan dapat menambah lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Tahun ini kita sukses meningkatkan luas panen, dan ke depan kita fokus menyelesaikan cetak sawah baru agar bisa segera masuk sebagai LBS,” ujar Bambang.
“Sinergi antar-subsektor pertanian sangat penting, terutama untuk menyukseskan program pusat agar hasilnya maksimal,” tambahnya.

Dengan sebagian besar lahan pertanian berupa rawa, Sumsel harus menyeimbangkan antara pengendalian air dan intensifikasi pertanian.

Pengelolaan drainase, pembangunan tanggul, serta pemilihan varietas padi tahan genangan menjadi langkah strategis yang akan ditempuh.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia