Sumsel

Kecelakaan Beruntun di Palembang: 4 Truk Ringsek, Kemacetan Panjang Terjadi

Deni Hermawan | 23 Desember 2024, 18:00 WIB
Kecelakaan Beruntun di Palembang: 4 Truk Ringsek, Kemacetan Panjang Terjadi

AKURAT.CO SUMSEL – Musibah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan berat terjadi di ruas Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, pada Senin pagi (23/12/2024).

Kecelakaan beruntun itu berada dari arah simpang Palm menuju ke Simpang Macan Lindungan yang mengakibatkan kemacetan panjang di kedua arah jalan.

Peristiwa naas ini menyebabkan seorang sopir truk mengalami luka serius. Selain itu, kecelakaan ini juga mengakibat tumpahan bahan bakar di jalan.

Baca Juga: Terekam CCTV, Aksi Pencuri Gondol Jilbab dan Kelinci di Kawasan Kertapati Palembang

Diduga tumpahan bahan bakar berasal dari truk BG 8625 UD dan membuat aroma tajam bahan bakar tercium hingga radius puluhan meter.

Keterangan Polisi: Minim Jarak Pandang Akibat Hujan Diduga Penyebab

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Arham Sikakum, mengatakan bahwa kecelakaan bermula dari truk Hino BG 8864 NJ yang baru saja selesai bongkar muatan dan hendak keluar dari pool.

Kemudian lanjutnya, dari arah Simpang Palm, datang truk BG 8625 UD yang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak truk yang hendak keluar dari pool tersebut.

"Truk BG 8625 UD terguling di jalan setelah menabrak truk fuso yang hendak keluar pool. Lalu, dari belakang, truk tersebut juga ditabrak oleh truk BG 8614 UJ yang juga menabrak truk BG 8748 UQ yang saat itu sedang parkir di bahu jalan," jelas Iptu Arham.

Akibat kecelakaan, bagian depan truk BG 8625 UD mengalami kerusakan parah. Beruntung musibah ini tidak mengakibatkan korban jiwa..

Sopir truk, Ratno (30) hanya mengalami patah tulang di kaki dan tangan dan masihmenjalani perawatan di RS Permata Palembang.

"Saat ini sopir truk masih mendapatkan perawatan di RS Permata Palembang," pungkas Iptu Arham.  (Deny Wahyudi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A