Truk HD 100 Ton Bebas Melintas, DPRD Sumsel: Copot Oknum yang Main-Main dengan Keselamatan Rakyat

AKURAT.CO SUMSEL Polemik melintasnya truk Heavy Duty (HD) di sejumlah ruas jalan umum di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi sorotan tajam.
Gelombang protes semakin meluas setelah terungkap bahwa mobilisasi truk berukuran raksasa itu dilakukan dengan pengawalan resmi Ditlantas Polda Sumsel serta telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel.
Truk berkapasitas jumbo tersebut jenis Sany Hybrid dengan berat mencapai 100 ton jelas tidak sesuai dengan standar kelas jalan umum yang hanya ber-MST 5–8 ton.
Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan mengancam kualitas infrastruktur.
Anggota DPRD Sumsel, MF Ridho, menuntut Dishub Sumsel segera memberikan penjelasan terbuka terkait keberadaan truk-truk HD yang melintas di jalur publik tanpa kejelasan izin.
“Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus menjelaskan kepada rakyat, siapa yang memberikan izin, siapa yang mengawal, dan sapa yang bertanggung jawab jika infrastruktur rusak dan ada korban jiwa,” tegas Ridho, Kamis (11/12/2025).
Ia juga memastikan DPRD akan memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari Dishub Sumsel, aparat kepolisian, hingga manajemen PT Putra Perkasa Abadi (PPA).
“Kalau ada oknum di pemerintahan atau aparat yang memberi izin sembarangan, kami minta dicopot. Rakyat sudah cukup jadi korban,” ujarnya.
PT PPA, perusahaan yang berdiri sejak 2003 dan kini mengelola lebih dari 11 jobsite, mengakui mobilisasi alat berat dilakukan melalui PT Cipta Krida Bahari (CKB).
Selain ke PT Mustika Indah Permai (MIP), alat berat juga diarahkan menuju PT Dizamatra Powerindo di Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Lahat.
Sejumlah alat seperti Bulldozer D155, Excavator PC500, hingga PC850 disebut telah menggunakan jalan umum sehingga memicu keluhan warga yang menilai jalur publik kembali dijadikan akses tambang.
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi, menegaskan bahwa penggunaan jalan umum untuk truk HD adalah pelanggaran serius.
“Ini menyangkut keselamatan publik. Truk HD itu dibuat untuk jalan tambang, bukan jalan umum. Pemerintah jangan diam,” katanya.
Ketua Yayasan Anak Padi, Sahwan, menyoroti kerusakan infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
“Jembatan Muara Lawai saja belum diperbaiki. Ini malah mau lewat truk yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 2Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik Besok Jumat 18 September 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
- 4Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 510 Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Sore Ini, Sebagian Disertai Petir
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 7Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 8Sebagian Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok, Cek Wilayah Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









