Fenomena Langka Halo Matahari Hiasi Langit Palembang, BMKG: Akibat Pembiasan Cahaya oleh Kristal Es

AKURAT.CO SUMSEL Warga Kota Palembang dibuat kagum dengan penampakan fenomena alam unik di langit Bumi Sriwijaya pada Sabtu (18/10/2025).
Sejak pagi hingga siang, matahari tampak dikelilingi oleh lingkaran cahaya berwarna-warni menyerupai pelangi. Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan Halo Matahari.
Fenomena langka ini sontak viral di media sosial setelah banyak warga mengabadikan dan membagikan momen tersebut.
Tak sedikit yang mengaitkannya dengan tanda-tanda alam, sementara lainnya hanya terpesona dengan keindahan yang jarang terlihat di atas langit Palembang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kejadian optik atmosfer yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
“Fenomena ini biasa terjadi akibat pembiasan atau dispersi cahaya matahari oleh kristal es yang terdapat di awan tinggi jenis cirrus atau cirrostratus,” jelas Wandayantolis.
Menurutnya, Halo Matahari muncul ketika sinar matahari menembus awan yang berada pada ketinggian antara 6 hingga 13 kilometer di atmosfer.
Kristal es di dalam awan tersebut bertindak seperti prisma kecil yang memecah cahaya matahari menjadi berbagai warna, membentuk lingkaran cahaya di sekeliling matahari.
“Biasanya muncul saat cuaca cerah dengan keberadaan awan tinggi. Ini murni fenomena optik atmosfer, tidak ada kaitan dengan pertanda bencana atau gejala cuaca ekstrem,” tegasnya.
Fenomena Halo Matahari kerap terjadi di wilayah tropis, termasuk Indonesia, namun tidak selalu mudah terlihat karena bergantung pada posisi matahari dan kondisi awan di atmosfer.
Warganet pun ramai mengunggah foto dan video langit Palembang yang tampak dihiasi pelangi melingkar. Beberapa menyebut fenomena itu sebagai “cincin cahaya surga”, sementara yang lain menganggapnya momen langka yang membawa ketenangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik ketika melihat fenomena serupa di kemudian hari, sebab Halo Matahari merupakan fenomena ilmiah yang menandakan adanya lapisan awan tinggi dan udara kering di atmosfer bagian atas.
“Kalau terlihat lagi, cukup dinikmati saja keindahannya, jangan langsung dikaitkan dengan hal mistis atau bencana,” pungkas Wandayantolis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 2Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik Besok Jumat 18 September 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
- 4BMKG Prediksi 16 Daerah Sumsel Dilanda Hujan Besok, Sebagian Sejak Pagi Sampai Malam
- 510 Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Sore Ini, Sebagian Disertai Petir
- 6Cek Bansos Kemensos, Bantuan Beras 30 Kg September 2026 Siap Disalurkan
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 8Bansos BPNT Masuk Penyaluran Tahap 3 September 2026, Cek Status Pencairannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









