Sumsel

Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar

Kurnia | 12 Oktober 2026, 18:15 WIB
Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kembali berjalan normal pada Senin (12/10/2026).

Membaiknya jarak pandang di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat penerbangan kedatangan maupun keberangkatan berlangsung sesuai jadwal.

Sepanjang hari tersebut, bandara mencatat 52 pergerakan pesawat, terdiri atas 25 penerbangan kedatangan dan 27 keberangkatan. Seluruh penerbangan yang dijadwalkan dapat beroperasi tanpa kendala berarti.

Kondisi ini menjadi kabar baik setelah kabut asap sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Sumatera Selatan dalam beberapa hari sebelumnya. Saat itu, jarak pandang yang terbatas berpotensi menghambat operasional pesawat.

Humas PT Angkasa Pura II Cabang Bandara SMB II Palembang, Nindia, mengatakan operasional bandara pada Senin berjalan normal dengan jarak pandang yang sudah membaik.

“On schedule, operasional berjalan lancar karena visibility di atas 1.000 meter,” kata Nindia, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung kelancaran penerbangan. Aktivitas penumpang di bandara juga berlangsung normal tanpa penumpukan di ruang tunggu akibat gangguan jadwal penerbangan.

Baca Juga: Terekam CCTV, Dua Pelaku Curanmor Gasak Honda Beat Street di Percetakan Sukarami Palembang

General Manager AirNav Indonesia Cabang Palembang, Lanang Wibisono, mengatakan jarak pandang di Bandara SMB II Palembang mengalami peningkatan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Alhamdulillah, lebih baik dari beberapa hari sebelumnya. Jarak pandang hari ini yakni 1.700 meter,” ujarnya.

Perbaikan jarak pandang tersebut mendukung kelancaran aktivitas penerbangan. Meski demikian, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional pesawat.

Lanang menjelaskan, kelayakan penerbangan tidak ditentukan oleh jarak pandang semata. Sejumlah aspek lain juga harus diperhitungkan, termasuk ketentuan keselamatan, fasilitas navigasi yang tersedia, serta kemampuan operasional masing-masing pesawat.

Keputusan akhir untuk melaksanakan penerbangan berada di tangan pilot in command atau kapten pilot yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan.

“Karena yang tahu persis performa pesawat serta jarak pandang dari kokpit adalah pilot,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia