Sumsel

Kematian Akibat DBD di Sumsel Didominasi Anak Sekolah, Capai 41 Persen

Kurnia | 20 Februari 2026, 19:00 WIB
Kematian Akibat DBD di Sumsel Didominasi Anak Sekolah, Capai 41 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Selatan kini memberikan peringatan serius bagi para orang tua dan pihak sekolah. Meski kasus positif didominasi usia produktif, data terbaru menunjukkan bahwa fatalitas atau angka kematian justru paling banyak menyerang anak-anak usia sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, kelompok umur 5-14 tahun mencatatkan angka kematian tertinggi, yakni mencapai 41% dari total kasus kematian akibat dengue.

Trisnawarman menyoroti adanya perbedaan mencolok antara kelompok dengan kasus tertinggi dan tingkat kematian terparah. Meski dominasi kasus sebanyak 42% dialami oleh kelompok usia produktif (15-44 tahun), namun fatalitas justru paling banyak menyerang anak-anak.

Tercatat, kelompok usia 5-14 tahun menjadi yang paling rentan kehilangan nyawa dengan sumbangan angka kematian mencapai 41%. 

Baca Juga: Hindari Alat Berat, Pemuda 21 Tahun di Palembang Tewas Terlindas Truk Hino

"Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan. Hal ini menjadi perhatian khusus kami dalam upaya penanganan dengue di Sumsel," ujar Trisnawarman, Jumat (20/2/2026).

Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 4.437 kasus DBD di Sumsel dengan 22 korban jiwa. Kota Palembang menempati urutan pertama dengan 968 kasus dan 3 angka kematian.

Guna menekan risiko pada anak, Dinkes Sumsel kini menggencarkan strategi komprehensif yang memadukan langkah medis dan teknologi.

Program ini mencakup vaksinasi dengue dan pemantauan aktif bagi anak usia 6-10 tahun di Palembang, penggunaan teknologi ovitrap untuk menekan populasi nyamuk, serta optimalisasi peran Jumantik di lingkungan rumah maupun sekolah.

Dinkes Sumsel menekankan bahwa tantangan DBD tidak bisa diselesaikan oleh pihak kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk memastikan lingkungan sekolah dan pemukiman tetap bersih.

"Kami berharap inisiatif di Palembang ini dapat menjadi model bagi wilayah lain di Sumsel untuk memperkuat pengendalian dengue, khususnya bagi kelompok usia yang sangat rentan ini," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia