Sumsel

Sebanyak 137 Polisi Berpakaian Preman Siap Amankan Tahun Baru

Maman Suparman | 30 Desember 2025, 19:00 WIB
Sebanyak 137 Polisi Berpakaian Preman Siap Amankan Tahun Baru

AKURAT.CO SUMSEL Polrestabes Palembang mengerahkan strategi pengamanan berlapis guna memastikan pergantian malam tahun baru 2025-2026 berjalan kondusif.

Tidak hanya personel berseragam, aparat kepolisian juga menerjunkan ratusan intelijen berpakaian preman untuk memantau situasi secara senyap.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, melalui Kabag OPS Kompol M. Jedi mengungkapkan bahwa sedikitnya 137 personel "berbaju preman" akan menyatu dengan kerumunan massa di berbagai titik vital.

Langkah ini diambil untuk mengendus potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara lebih dini.

Ratusan personel berpakaian preman tersebut akan difokuskan untuk memantau sejumlah kawasan ikonik dan titik keramaian di Palembang, mulai dari kawasan Bundaran Air Mancur (BAM), Jakabaring, hingga pusat rekreasi Kambang Iwak.

Baca Juga: Modus Bersih-Bersih Berujung Jeruji, Polisi Ringkus Pemalak Bermodal Kemoceng di Fly Over Jakabaring

Selain itu, pengamanan ketat juga dilakukan di sepanjang jalur protokol dan persimpangan utama, meliputi Simpang 5 DPRD Sumsel, Simpang Charitas, area Lambidoro, kawasan Demang Lebar Daun, hingga jalur Soekarno Hatta

"Petugas di lapangan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika didapati ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban malam pergantian tahun," tegas Kompol M. Jedi saat memberikan keterangan pada Selasa (30/12/2025).

Selain pengamanan intelijen, polisi juga menempatkan 263 personel khusus di pusat perbelanjaan seperti PIM, Palembang Icon, PS Mall, dan area Pasar 16 Ilir.

Yang perlu diperhatikan oleh warga Palembang adalah kebijakan sterilisasi Jembatan Ampera. Jembatan kebanggaan wong kito ini akan ditutup total mulai pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB. Selama durasi tiga jam tersebut, masyarakat dilarang keras beraktivitas atau berkumpul di atas jembatan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pihak kepolisian secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api atau merayakan tahun baru dengan euforia berlebihan.

"Kami meminta warga menahan diri. Larangan kembang api ini sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Mari rayakan dengan bijak, tanpa euforia yang menyakiti hati sesama," imbau M. Jedi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia