Sumsel

APBN Sumsel Defisit Rp3,84 Triliun, Penerimaan Negara Tetap Tumbuh

Maman Suparman | 24 Maret 2025, 22:00 WIB
APBN Sumsel Defisit Rp3,84 Triliun, Penerimaan Negara Tetap Tumbuh

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Februari 2025 mengalami defisit sebesar Rp3,84 triliun.

Meski demikian, penerimaan negara di wilayah ini tetap menunjukkan tren positif, didorong oleh peningkatan penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2025, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2,14 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 1,64% secara tahunan (year-on-year).

Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor perpajakan, dengan penerimaan pajak mencapai Rp1,55 triliun atau 10,2% dari target APBN.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp124,81 miliar, setara dengan 48,36% dari target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: KPU Empat Lawang Tetapkan Nomor Urut, Duel Ketat Petahana vs Mantan Bupati Dimulai

“Pertumbuhan penerimaan pajak didorong oleh perubahan mekanisme perpindahan setoran wajib pajak cabang yang kini langsung dikonsolidasikan ke pusat. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai meningkat berkat aktivitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya,” ujar Rahmadi dalam keterangannya, Senin (24/3/2025).

Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Sumsel berhasil mencatatkan realisasi sebesar Rp464,86 miliar. PNBP ini mayoritas bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) yang mencapai Rp253,59 miliar, sementara sisanya berasal dari penerimaan lain-lain sebesar Rp211,27 miliar.

Sementara itu, belanja negara di Sumsel hingga Februari 2025 telah terealisasi sebesar Rp5,99 triliun atau 12,22% dari total pagu anggaran. Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,19 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp4,80 triliun.

Rahmadi menjelaskan bahwa pertumbuhan belanja negara di Sumsel dipengaruhi oleh percepatan penyaluran Dana Desa, Dana Alokasi Umum (DAU) Block Grant, serta Dana Bagi Hasil (DBH). Hingga Februari, penyaluran DBH telah mencapai Rp941,55 miliar atau 8,54% dari total pagu yang dialokasikan.

Meskipun masih mengalami defisit, pihaknya tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Sumsel ke depan.

Dengan tren penerimaan negara yang terus meningkat dan realisasi belanja yang optimal, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia