Sumsel Catat Rekor Investasi Rp 70,92 Triliun, Lebih dari Dua Kali Lipat Target RPJMD

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan bahwa realisasi investasi di wilayahnya sepanjang tahun 2024 mencapai Rp 70,92 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah daerah maupun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Penata Kelola Penanaman Modal Muda Ahli Madya DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, mengungkapkan bahwa angka ini melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel sebesar 170,89 persen atau sekitar Rp 41,5 triliun.
Selain itu, pencapaian ini juga melebihi target BKPM yang sebesar Rp 64,82 triliun, dengan persentase capaian 109,41 persen.
"Realisasi investasi Sumsel sepanjang 2024 capai Rp 70,92 triliun, dan ini sudah melebihi target baik dari RPJMD maupun BKPM," kata Eko Agusrianto dalam keterangan persnya di Palembang, Selasa (11/2/2025).
Rinciannya, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mencapai Rp 36,67 triliun atau naik 42,37 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai Rp 34,52 triliun, naik signifikan sebesar 56,53 persen secara YoY.
Baca Juga: Niat Jual ke Pengepul, Empat Pencuri Sawit di Banyuasin Justru Masuk Jeruji Besi
Eko juga menyebutkan lima subsektor dengan realisasi PMA dan PMDN tertinggi pada tahun 2024. Sektor industri kertas dan percetakan menjadi yang terbesar, dengan investasi mencapai Rp 25,02 triliun.
Sektor lainnya yang juga menunjukkan kontribusi signifikan adalah pertambangan dengan Rp 9,64 triliun, listrik, gas dan air sebesar Rp 8,22 triliun, industri makanan Rp 5,81 triliun, serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang mencapai Rp 5,52 triliun.
"Alhamdulillah, Provinsi Sumsel pada triwulan IV berhasil masuk lima besar nasional dalam hal realisasi PMA," tambah Eko.
Investasi asing terbesar berasal dari Singapura dengan nilai Rp 26,98 triliun, diikuti oleh Tiongkok Rp 4,12 triliun, Malaysia Rp 1,28 triliun, Jepang Rp 407 miliar, dan Luksemburg Rp 330 miliar.
Terkait serapan tenaga kerja, Eko mengungkapkan bahwa investasi tersebut telah menyerap sebanyak 47.792 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan capaian serapan tenaga kerja tahun lalu, yang tercatat hanya 28.971 orang. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








