Sumsel

Sumsel Catat Rekor Investasi Rp 70,92 Triliun, Lebih dari Dua Kali Lipat Target RPJMD

Maman Suparman | 11 Februari 2025, 18:00 WIB
Sumsel Catat Rekor Investasi Rp 70,92 Triliun, Lebih dari Dua Kali Lipat Target RPJMD

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan bahwa realisasi investasi di wilayahnya sepanjang tahun 2024 mencapai Rp 70,92 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah daerah maupun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Penata Kelola Penanaman Modal Muda Ahli Madya DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, mengungkapkan bahwa angka ini melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel sebesar 170,89 persen atau sekitar Rp 41,5 triliun.

Selain itu, pencapaian ini juga melebihi target BKPM yang sebesar Rp 64,82 triliun, dengan persentase capaian 109,41 persen.

"Realisasi investasi Sumsel sepanjang 2024 capai Rp 70,92 triliun, dan ini sudah melebihi target baik dari RPJMD maupun BKPM," kata Eko Agusrianto dalam keterangan persnya di Palembang, Selasa (11/2/2025).

Rinciannya, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mencapai Rp 36,67 triliun atau naik 42,37 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai Rp 34,52 triliun, naik signifikan sebesar 56,53 persen secara YoY.

Baca Juga: Niat Jual ke Pengepul, Empat Pencuri Sawit di Banyuasin Justru Masuk Jeruji Besi

Eko juga menyebutkan lima subsektor dengan realisasi PMA dan PMDN tertinggi pada tahun 2024. Sektor industri kertas dan percetakan menjadi yang terbesar, dengan investasi mencapai Rp 25,02 triliun.

Sektor lainnya yang juga menunjukkan kontribusi signifikan adalah pertambangan dengan Rp 9,64 triliun, listrik, gas dan air sebesar Rp 8,22 triliun, industri makanan Rp 5,81 triliun, serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang mencapai Rp 5,52 triliun.

"Alhamdulillah, Provinsi Sumsel pada triwulan IV berhasil masuk lima besar nasional dalam hal realisasi PMA," tambah Eko.

Investasi asing terbesar berasal dari Singapura dengan nilai Rp 26,98 triliun, diikuti oleh Tiongkok Rp 4,12 triliun, Malaysia Rp 1,28 triliun, Jepang Rp 407 miliar, dan Luksemburg Rp 330 miliar.

Terkait serapan tenaga kerja, Eko mengungkapkan bahwa investasi tersebut telah menyerap sebanyak 47.792 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan capaian serapan tenaga kerja tahun lalu, yang tercatat hanya 28.971 orang. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia