Sumsel

BMKG Sumsel Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Puting Beliung di Musim Pancaroba

Haris Ma'ani | 26 Februari 2024, 20:30 WIB
BMKG Sumsel Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Puting Beliung di Musim Pancaroba

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan peringatan kepada warga agar waspada terhadap potensi angin kencang dan puting beliung di musim pancaroba, yang diprakirakan berlangsung antara bulan April-Mei.

Kepala Stasiun Klimatologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengungkapkan bahwa meskipun potensi angin tornado di wilayah Sumsel tidak terlalu signifikan, perlu waspada terhadap kemungkinan munculnya angin kencang dalam durasi singkat dan sambaran petir.

"Angin kencang dan puting beliung akan meningkat lagi di wilayah Sumsel selama musim pancaroba, yang berlangsung dari bulan April hingga Mei," ujarnya, Senin (26/2/2024).

Selama musim hujan, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di Sumsel untuk tetap waspada.

Curah hujan diperkirakan mengalami penurunan sedikit pada periode dasarian III Februari 2024 dan akan meningkat kembali pada bulan Maret 2024.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumsel Selama Sepekan ini, Pemda Diminta Waspada!

Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap dampak yang mungkin timbul selama periode musim hujan, seperti potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga sanitasi lingkungan sekitar.

"Pada bulan Maret 2024, curah hujan dapat meningkat di beberapa daerah Sumsel, terutama di Lahat Bagian Barat Daya, Empat Lawang, sebagian kecil Musi Banyuasin Bagian Timur Laut, Banyuasin Bagian Utara, dan OKI," tambahnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan gerakan tanah longsor, khususnya di daerah dataran tinggi dengan kemiringan terjal dan formasi batuan yang tidak kompak.

"Bagi wilayah Palembang sekitarnya yang berada di sepanjang bantaran sungai, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air pasang pada fase bulan penuh yang dapat diperparah oleh faktor curah hujan," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto