Sumsel

May Day: Lebih dari Sekadar Hari Libur, Ini Makna dan Sejarah Hari Buruh Internasional

Maman Suparman | 1 Mei 2025, 09:06 WIB
May Day: Lebih dari Sekadar Hari Libur, Ini Makna dan Sejarah Hari Buruh Internasional

AKURAT.CO SUMSEL Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal sebagai May Day.

Di Indonesia, tanggal ini ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk menghormati kontribusi para pekerja terhadap pembangunan bangsa.

Namun, peringatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar libur kerja.

Hari Buruh berakar dari perjuangan kelas pekerja pada abad ke-19, khususnya di Amerika Serikat, yang menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari.

Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886 ketika ratusan ribu buruh melakukan aksi mogok massal. Aksi ini berujung pada insiden berdarah di Haymarket, Chicago, yang kemudian menjadi simbol perjuangan buruh dunia.

May Day bukan sekadar momentum untuk beristirahat, tapi momen refleksi tentang keadilan dan kesejahteraan pekerja.

Di Palembang, peringatan Hari Buruh 2025 akan diwarnai dengan aksi damai ribuan buruh dari berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, transportasi, hingga jasa.

Mereka menyuarakan tuntutan seperti upah layak, jaminan sosial, perlindungan terhadap pekerja kontrak, serta penolakan terhadap sistem kerja alih daya (outsourcing) yang dianggap merugikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia