Sumsel

Melek Huruf Sumsel Tembus 98,89 Persen, Ketimpangan Gender dan Desa Masih Tersisa

Maman Suparman | 24 Januari 2026, 21:00 WIB
Melek Huruf Sumsel Tembus 98,89 Persen, Ketimpangan Gender dan Desa Masih Tersisa

AKURAT.CO SUMSEL Tingkat literasi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan tren positif. Angka Melek Huruf (AMH) di provinsi ini pada tahun 2025 tercatat mencapai 98,89 persen, atau naik 0,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Sumsel usia 15 tahun ke atas telah mampu membaca dan menulis. Meski demikian, data masih mencatat adanya 111 orang dari setiap 10.000 penduduk yang belum menguasai kemampuan baca tulis dasar.

Tak hanya dilihat dari angka keseluruhan, capaian literasi juga memperlihatkan ketimpangan jika ditinjau dari aspek gender dan wilayah tempat tinggal.

Baca Juga: Hanya 11% Angkatan Kerja Berpendidikan Tinggi, Lulusan SMA Jadi Tulang Punggung Kedua

Secara gender, AMH laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada 2025, AMH laki-laki di Sumatera Selatan mencapai 99,35 persen, sementara perempuan berada di angka 98,41 persen. Selisih ini mencerminkan dampak keterbatasan akses pendidikan perempuan di masa lalu.

Namun, kabar baiknya, kesenjangan tersebut mulai menyempit di kelompok usia muda. Hal ini sejalan dengan semakin meratanya akses pendidikan dasar dan meningkatnya kesadaran keluarga akan pentingnya pendidikan bagi anak, tanpa membedakan jenis kelamin.

Sementara dari sisi wilayah, penduduk perkotaan masih mendominasi capaian literasi. AMH di wilayah perkotaan Sumsel tercatat 99,50 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan yang berada di angka 98,50 persen.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kemudahan akses fasilitas pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik, serta lingkungan literasi yang lebih kuat di kawasan perkotaan. Sebaliknya, wilayah pedesaan masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan dan pendukung budaya literasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia