Sumsel

Hanya 11% Angkatan Kerja Berpendidikan Tinggi, Lulusan SMA Jadi Tulang Punggung Kedua

Maman Suparman | 21 Januari 2026, 22:00 WIB
Hanya 11% Angkatan Kerja Berpendidikan Tinggi, Lulusan SMA Jadi Tulang Punggung Kedua

AKURAT.CO SUMSEL Komposisi penduduk usia produktif (15 tahun ke atas) menurut tingkat pendidikan di wilayah ini menunjukkan tren yang kontras pada tahun 2025.

Berdasarkan data terbaru, sektor angkatan kerja masih didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan rendah, sementara lulusan Perguruan Tinggi mencatat angka partisipasi terkecil.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 6,57 juta jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 4,65 juta jiwa masuk dalam kategori Angkatan Kerja, sementara sisanya sekitar 1,91 juta jiwa masuk dalam kategori Bukan Angkatan Kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, atau lainnya).

Fenomena yang menarik perhatian adalah dominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah dalam pasar tenaga kerja. Tercatat sebanyak 1.753.750 jiwa angkatan kerja merupakan lulusan kurang dari SD. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Permpuan di Perumahan Palembang Berhasi Ditangkap Polisi, Ternyata Sang Suami Tega Lakukan Itu

Di posisi kedua, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyumbang angka yang cukup signifikan, yakni sebesar 1.578.377 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kerja saat ini masih sangat bergantung pada tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan menengah.

Berbanding terbalik dengan lulusan pendidikan dasar, penduduk dengan latar belakang Perguruan Tinggi justru menjadi kelompok terkecil dalam kategori angkatan kerja, yakni hanya 531.119 jiwa.

Meskipun angkanya kecil, kelompok sarjana menunjukkan tingkat efisiensi yang tinggi, di mana hanya ada 115.630 jiwa dari total lulusan tinggi yang masuk kategori Bukan Angkatan Kerja angka terendah di antara semua kategori pendidikan.

Tingginya angka penduduk kategori Bukan Angkatan Kerja pada kelompok lulusan SD (661.306 jiwa) dan SMP (581.021 jiwa) menunjukkan adanya tantangan besar dalam penyerapan tenaga kerja di sektor informal maupun formal bagi mereka yang berpendidikan rendah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia