BI Sumsel dan TPID Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Saat Ramadan dan Idulfitri 2025

AKURT.CO SUMSEL Ramadan dan Idulfitri 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumsel memperkuat strategi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Ricky Perdana Gozali mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan para kepala daerah dari 17 kabupaten/kota melalui High Level Meeting (HLM) pada 23 Januari 2025.
Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi risiko inflasi yang perlu diantisipasi serta mengoordinasikan langkah-langkah pengendalian harga selama momen peningkatan permintaan pangan.
"Kami bersama TPID secara rutin memantau harga dan ketersediaan stok, melakukan inspeksi mendadak (sidak), serta mengambil tindakan cepat jika terjadi lonjakan harga pada komoditas pangan utama yang berpotensi memicu inflasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah mengadakan operasi pasar murah," ujar Ricky Perdana Gozali, Rabu (5/3/2025).
Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan asesmen terhadap kebijakan harga yang berkaitan dengan administered prices, seperti tarif angkutan dan harga bahan bakar, guna memastikan dampaknya tetap terkendali.
Baca Juga: Inflasi Sumsel 0,49% Secara Tahunan, Kabupaten OKI Tertinggi
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat juga terus diperkuat agar kebijakan yang diambil selaras dengan target inflasi nasional.
Dalam menghadapi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran, Bank Indonesia Sumsel bersama TPID berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan.
"Kami menjaga keterjangkauan harga dengan menggelar operasi pasar murah dan gerakan pangan murah. Selain itu, kami juga memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah yang memiliki surplus komoditas untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil," jelas Ricky.
Pemantauan dan inspeksi pasar terhadap komoditas pangan yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi juga terus dilakukan secara intensif. Dengan berbagai langkah ini, BI Sumsel optimistis dapat menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran yang ditetapkan.
"Kolaborasi erat antara Bank Indonesia, TPID, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menekan lonjakan harga yang signifikan, sehingga masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









