Sumsel

Ikan Sapu-sapu Ancam Perairan Indonesia, Ini 5 Dampak dan Bahayanya Bagi Lingkungan

Septiyanti Dwi Cahyani | 23 April 2026, 09:00 WIB
Ikan Sapu-sapu Ancam Perairan Indonesia, Ini 5 Dampak dan Bahayanya Bagi Lingkungan
Upaya pemusnahan ikan sapu sapu.

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Provinsi di sejumlah daerah menggelar operasi penangkapan ikan besar-besaran belakangan ini.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan yang mulai didominasi oleh spesies tersebut.

Ikan-ikan yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut tidak dimanfaatkan melainkan langsung dimusnahkan.

Baca Juga: Sinopsis The Devil Wears Prada 2, Sekuel Film Industri Berlatar Belakang Dunia Fashion

Lantas, mengapa ikan sapu-sapu harus dimusnahkan?

Apa dampak dan bahayanya bagi lingkungan sekitar? Simak penjelasannya berikut ini.

Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan?

Baca Juga: Dorong Akses Layanan Paspor, Sumsel Bidik Perluasan Kantor Imigrasi hingga Daerahi

1. Tidak Layak Dikonsumsi

Salah satu daerah yang menggelar operasi pemusnahan ikan sapu-sapu adalah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung residu berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Baca Juga: Kriminalitas di Sumsel Tembus 15.383 Kasus pada 2025, Palembang Tertinggi

2. Mengandung Logam Berat

Ikan sapu-sapu hidup di perairan yang cenderung tercemar, sehingga tubuhnya menyerap berbagai zat berbahaya, termasuk logam berat.

3. Merusak Keseimbangan Ekosistem

Populasi ikan sapu-sapu yang sangat tinggi dapat memicu gangguan ekosistem seperti:

Baca Juga: Iming-iming Untung Ratusan Juta, Pensiunan di Palembang Tertipu Bisnis Alat Berat via Medsos

  • Mengganggu rantai makanan

  • Mengancam ikan lokal

  • Merusak habitat alami

Baca Juga: Tips Melihat Puncak Hujan Meteor Lyrid yang Akan Terjadi Malam Ini

4. Spesies Invasif dari Luar Negeri

Ikan sapu-sapu berasal dari wilayah Amerika Selatan dan termasuk spesies invasif.

Artinya, ikan ini berkembang sangat cepat di luar habitat aslinya dan sulit dikendalikan karena minim predator alami.

Baca Juga: Banjir Berulang di Palembang, Pemkot Perkuat Penanganan dari Drainase hingga Satgas

5. Belum Aman Diolah Secara Massal

Meski di beberapa negara ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi pakan ternak melalui teknologi tertentu, metode ini belum diterapkan secara luas.

Hal ini disebabkan tingginya kandungan logam dalam tubuh ikan, sehingga tetap berisiko jika dimanfaatkan.

Baca Juga: Diduga Langgar Izin Tinggal, WNA Asal China di Prabumulih Terancam Dideportasi

Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu

Untuk menghindari pencemaran, pemusnahan dilakukan dengan metode khusus, yaitu:

  • Ikan dibelah menjadi dua bagian

  • Dikubur di lokasi yang telah ditentukan

Baca Juga: Diduga HP Meledak, Rumah di 5 Ilir Palembang Ludes Terbakar

  • Dilakukan di sekitar titik penangkapan

  • Langkah ini dianggap paling aman dibandingkan dibuang sembarangan ke lingkungan.

Pemusnahan ikan sapu-sapu bukan tanpa alasan.

Selain tidak layak dikonsumsi, ikan ini juga membawa dampak serius bagi lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.