Ikan Sapu-sapu Ancam Perairan Indonesia, Ini 5 Dampak dan Bahayanya Bagi Lingkungan

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Provinsi di sejumlah daerah menggelar operasi penangkapan ikan besar-besaran belakangan ini.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan yang mulai didominasi oleh spesies tersebut.
Ikan-ikan yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut tidak dimanfaatkan melainkan langsung dimusnahkan.
Baca Juga: Sinopsis The Devil Wears Prada 2, Sekuel Film Industri Berlatar Belakang Dunia Fashion
Lantas, mengapa ikan sapu-sapu harus dimusnahkan?
Apa dampak dan bahayanya bagi lingkungan sekitar? Simak penjelasannya berikut ini.
Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan?
Baca Juga: Dorong Akses Layanan Paspor, Sumsel Bidik Perluasan Kantor Imigrasi hingga Daerahi
1. Tidak Layak Dikonsumsi
Salah satu daerah yang menggelar operasi pemusnahan ikan sapu-sapu adalah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung residu berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Baca Juga: Kriminalitas di Sumsel Tembus 15.383 Kasus pada 2025, Palembang Tertinggi
2. Mengandung Logam Berat
Ikan sapu-sapu hidup di perairan yang cenderung tercemar, sehingga tubuhnya menyerap berbagai zat berbahaya, termasuk logam berat.
3. Merusak Keseimbangan Ekosistem
Populasi ikan sapu-sapu yang sangat tinggi dapat memicu gangguan ekosistem seperti:
Baca Juga: Iming-iming Untung Ratusan Juta, Pensiunan di Palembang Tertipu Bisnis Alat Berat via Medsos
Mengganggu rantai makanan
Mengancam ikan lokal
Merusak habitat alami
Baca Juga: Tips Melihat Puncak Hujan Meteor Lyrid yang Akan Terjadi Malam Ini
4. Spesies Invasif dari Luar Negeri
Ikan sapu-sapu berasal dari wilayah Amerika Selatan dan termasuk spesies invasif.
Artinya, ikan ini berkembang sangat cepat di luar habitat aslinya dan sulit dikendalikan karena minim predator alami.
Baca Juga: Banjir Berulang di Palembang, Pemkot Perkuat Penanganan dari Drainase hingga Satgas
5. Belum Aman Diolah Secara Massal
Meski di beberapa negara ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi pakan ternak melalui teknologi tertentu, metode ini belum diterapkan secara luas.
Hal ini disebabkan tingginya kandungan logam dalam tubuh ikan, sehingga tetap berisiko jika dimanfaatkan.
Baca Juga: Diduga Langgar Izin Tinggal, WNA Asal China di Prabumulih Terancam Dideportasi
Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu
Untuk menghindari pencemaran, pemusnahan dilakukan dengan metode khusus, yaitu:
Ikan dibelah menjadi dua bagian
Dikubur di lokasi yang telah ditentukan
Baca Juga: Diduga HP Meledak, Rumah di 5 Ilir Palembang Ludes Terbakar
Dilakukan di sekitar titik penangkapan
Langkah ini dianggap paling aman dibandingkan dibuang sembarangan ke lingkungan.
Pemusnahan ikan sapu-sapu bukan tanpa alasan.
Selain tidak layak dikonsumsi, ikan ini juga membawa dampak serius bagi lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



